Chandni
11 Mei 2018•Update: 12 Mei 2018
Maecy Alviar
ZAMBOANGA CITY, Filipina
Hakim-hakim agung Mahkamah Agung Filipina, dalam keputusan bersejarah pada Jumat, menendang salah satu anggota mereka sendiri, Maria Lourdes Sereno, yang dikenal sering mengkritik Presiden Rodrigo Duterte.
Setelah pemungutan suara meraih hasil 8-6 dalam sebuah sesi khusus, Mahkamah Agung memecat Sereno, dengan tuduhan gagal mengungkapkan hartanya ketika mengajukan laporan aset, kewajiban, dan kekayaan bersih.
"Responden Maria Lourdes P. A. Sereno didiskualifikasi dan dengan ini dinyatakan bersalah karena memegang dan menjalankan jabatan hakim agung secara tidak sah," kata juru bicara Mahkamah Agung Theodore Te. Dia juga mengatakan keputusan itu langsung berlaku.
Sereno, yang merupakan hakim agung perempuan pertama di negara itu, adalah perwira konstitusional pertama yang dikeluarkan tanpa proses impeachment dan hakim agung kedua dalam sejarah Filipina yang dicabut dari jabatannya. Renato Corona diberhentikan pada tahun 2011 karena mengkhianati kepercayaan publik dan melakukan pelanggaran terhadap Konstitusi.
Sereno, yang mengambil cuti sejak Maret, baru kembali bekerja Rabu kemarin "setelah menyelesaikan persiapan pembelaan hukum atas pengaduan tak berdasar yang diajukan terhadap dirinya", kata salah satu juru bicaranya.
Sereno selama ini dikenal sering mengkritik Duterte dan perang narkobanya.
Menurut media lokal, lebih dari 4.000 tersangka narkoba yang melawan ketika ditangkap tewas dalam dua tahun terakhir.