Pizaro Gozali Idrus
11 Januari 2021•Update: 12 Januari 2021
JAKARTA
Kementerian Kesehatan dan Pfizer pada Senin menandatangani perjanjian produksi dan pasokan vaksin Covid-19 perusahaan farmasi di Malaysia.
Perjanjian tersebut ditandatangani langsung Menteri Kesehatan Adham Baba dan Manager Pfizer untuk Malaysia dan Brunei Darussalam Luksanawan Thangpaibool.
Dalam pidatonya, Adham mengatakan pemerintah Malaysia mengapresiasi dukungan yang diberikan Pfizer dan berharap vaksin bisa tiba lebih awal dari yang diharapkan.
Kepala Market Asia Pfizer Anil Argilla mengatakan Pfizer berkomitmen untuk tidak hanya menyediakan vaksin tetapi juga bekerja sama dalam upaya mengakhiri pandemi.
“Ini adalah langkah maju yang besar untuk mengendalikan dan kemungkinan besar mengakhiri pandemi di Malaysia,” kata Argilla.
Akhir Desember lalu, PM Malaysia Muhyiddin Yassin menyampaikan negaranya telah menandatangani perjanjian pengadaan 6,4 juta dosis vaksin Covid-19 dengan perusahaan farmasi AstraZenec.
Malaysia juga telah meneken perjanjian awal penyediaan kebutuhan 30 persen vaksin dengan Covax dan Pfizer.
“Pemerintah juga tengah dalam negosiasi akhir dengan Sinovac, CanSino dan Gamaleya untuk mengamankan peningkatan pasokan vaksin lebih dari 80 persen atau 26,5 juta dari total populasi negara,” ujar Muhyiddin.
Muhyiddin mengharapkan pasokan pertama satu juta dosis vaksin dari Pfizer sudah diterima dan akan diberikan kepada kelompok sasaran paling cepat Februari 2021.
Dalam pernyataannya, AstraZeneca mengatakan pihaknya memperkirakan pengiriman pertama vaksin Covid-19 ke Malaysia dalam enam bulan pertama tahun 2021.