Rhany Chairunissa Rufinaldo
10 Desember 2018•Update: 10 Desember 2018
Can Erozden
ANKARA
Menteri Luar Negeri Prancis meminta Presiden AS Donald Trump untuk mengurus urusannya sendiri, setelah protes dari rompi kuning memasuki pekan kedua.
"Saya mengatakan kepada Donald Trump ... Kami tidak mengambil bagian dalam urusan Amerika, biarlah kami menjalani hidup kami sebagai sebuah bangsa," Jean-Yves Le Drian mengatakan kepada French TV.
Dia menambahkan bahwa Prancis tidak ikut campur dalam politik domestik AS dan Washington seharusnya melakukan hal yang sama.
Sebelumnya pada Sabtu, Trump mencuit di akun Twitter-nya, menyalahkan undang-undang soal perubahan iklim sebagai penyebab protes.
"Kesepakatan Paris tidak berjalan dengan baik untuk Prancis. Protes dan kerusuhan di seluruh penjuru negeri. Orang-orang tidak mau membayar uang dalam jumlah besar, kebanyakan kepada negara-negara dunia ketiga yang kemungkinan untuk melindungi lingkungan," tulisnya.
Tahun lalu, dunia pada mengutuk tindakan Trump yang menarik AS keluar dari Kesepakatan Iklim Paris, sebuah perjanjian internasional untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
Sejak 17 November, ribuan pengunjuk rasa rompi kuning berkumpul di Paris dan beberapa kota lain untuk memprotes kebijakan Presiden Prancis Emmanuel Macron soal tambahan pajak bahan bakar yang kontroversial.
Para pengunjuk rasa, yang umumnya tinggal di daerah pedesaan karena harga sewa rumah yang tinggi di pusat kota, menuntut Presiden Emmanuel Macron untuk mengurangi pajak bahan bakar dan membuat kebijakan ekonomi yang mengurangi kesulitan hidup mereka.
Menurut survei, 84 persen orang Prancis mendukung aksi protes ini, kebanyakan dari kelompok kelas menengah.
Selama setahun terakhir, harga bahan bakar di Prancis telah meningkat lebih dari 20 persen.