Astudestra Ajengrastrı
09 Agustus 2018•Update: 10 Agustus 2018
Ali Semerci
RIYADH
Menanggapi kritik Kanada, menteri luar negeri Arab Saudi pada Rabu mengatakan penahanan yang dilakukan negaranya atas sejumlah aktivis hak asasi manusia "tidak ada hubungannya dengan HAM."
Pernyataan Adel al-Jubeir ini dikeluarkan setelah Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland pada pekan lalu meminta dilepaskannya aktivis HAM Samar Badawi, saudara perempuan dari penulis/aktivis Saudi, Raif Badawi.
Kementerian Luar Negeri Saudi berkata "mereka yang menyebut diri aktivis masyarakat sipil" telah ditahan secara legal, dan menyebut seruan Kanada untuk melepaskan mereka sebagai "usaha mencampuri urusan dalam negeri Kerajaan Saudi, menentang norma-norma dasar Internasional dan semua protokol internasional."
"Krisis ini muncul karena Kanada telah secara terbuka dan tak bisa diterima mencampuri urusan dalam negeri kami," kata al-Jubeir berkata kepada wartawan di Riyadh.
Penangkapan ini "tidak ada hubungannya dengan hak asasi manusia" tapi "berhubungan dengan keamanan," ujar dia.
Al-Jubeir berkata keduanya dicurigai melakukan kegiatan mata-mata dan saat ini sedang diselidiki.
Menyatakan bahwa meski Arab Saudi menghormati semua pendapat dan menerima kritikan membangun, Al-Jubeir menekankan negaranya tidak akan menerima "pendiktean dan campur tangan" dalam urusan dalam negerinya.
"Kanada harus mengerti bahwa tindakan mereka tidak dapat diterima," ujar dia.
Dia juga mengatakan negaranya mendapat dukungan dari Dewan Kerja sama Teluk (GCC), Liga Arab, dan Organisasi Kerja sama Islam (OIC), kecuali Qatar.
Pada Minggu, pemerintah Saudi mengusir Duta Besar Kanada untuk Saudi Dennis Horak, dan menarik duta besarnya dari Ottawa.