Büşra Nur Çakmak
30 Juni 2021•Update: 01 Juli 2021
ANKARA
Saat menghadiri pertemuan menteri luar negeri anggota G20 di Matera, Italia, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada Selasa menyerukan kerja sama global pada vaksin Covid-19.
“Kami mendukung semua upaya untuk pembangunan global yang berkelanjutan, inklusif dan sehat,” kata Cavusoglu di Twitter, menambahkan bahwa G20 dapat memainkan peran utama dalam memerangi pandemi, dan vaksin harus menjadi sarana “kerja sama, bukan persaingan.”
"Kita tidak bisa tetap acuh tak acuh dengan situasi di Afrika," ujar dia, merujuk pada kekurangan vaksin Covid-19 di benua itu.
Dari tiga miliar dosis yang diberikan secara global, bagian yang disisihkan untuk Afrika hanya 49 juta dosis, menurut website Our World in Data.
Menurut portal yang berafiliasi dengan Universitas Oxford, hanya 0,9 persen orang di negara berpenghasilan rendah yang menerima setidaknya satu dosis.
Sebagian besar negara Afrika menerima vaksin mereka di bawah inisiatif COVAX yang dipimpin PBB, yang sebagian besar bersumber dari Serum Institute of India.
Tetapi India menghentikan ekspor vaksin sebagai tanggapan atas kebutuhan mendesaknya sendiri, yang menyebabkan kekurangan pasokan.
Secara terpisah, menteri luar negeri Turki bertemu dengan rekan-rekannya dari Inggris, Argentina dan Rwanda di sela-sela forum tersebut.
“Dengan sejawat saya dari Inggris Dominic Raab, membahas hubungan bilateral dan masalah regional termasuk Suriah dan Libya,” kata Cavusoglu di Twitter.
Dia juga membahas "hubungan politik dan ekonomi" dengan Felipe Sola, menteri luar negeri Argentina.
Dengan Vincent Biruta, menteri luar negeri Rwanda, Cavusoglu membahas "kerja sama di bidang industri pertahanan, perdagangan, pendidikan dan budaya."
Pada Senin, menlu Turki menghadiri pertemuan menteri Koalisi Global anti-Daesh di Roma, dan juga bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Lebanon Zeina Akar, Menteri Luar Negeri Republik Afrika Tengah Sylvie Baipo-Temon, dan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan.
G20 adalah forum internasional yang menyatukan kekuatan ekonomi utama dunia. Anggotanya menyumbang lebih dari 80 persen dari PDB dunia, 75 persen dari perdagangan global dan 60 persen dari populasi dunia.