Alaa Mohamed
10 November 2021•Update: 12 November 2021
ABU DHABI, UEA
Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) Abdullah bin Zayed pada Selasa bertemu dengan pemimpin rezim Suriah Bashar al-Assad di ibu kota Damaskus, kunjungan tingkat tinggi pertama dari UEA sejak perang saudara Suriah pada 2011.
Kantor berita rezim Suriah SANA melaporkan bahwa al-Assad menerima kunjungan Abdullah bin Zayed, yang didampingi oleh Menteri Negara UEA Khalifa Shaheen, dan kepala Otoritas Federal untuk Identitas, Kewarganegaraan, Bea Cukai dan Keamanan Pelabuhan Ali Al-Shamsi.
Pertemuan itu membahas hubungan bilateral antara kedua negara bersaudara dan pengembangan kerja sama bilateral di berbagai bidang yang menjadi kepentingan bersama, lapor SANA.
Menurut SANA, al-Assad berbicara tentang "hubungan persaudaraan yang erat" dengan UEA.
Bin Zayed, pada bagiannya, menyampaikan dukungan negaranya untuk upaya yang bertujuan mencapai stabilitas di Suriah.
Ini adalah kunjungan resmi pertama oleh pejabat tinggi UEA ke Suriah sejak pecahnya perang saudara di negara itu pada Maret 2011.
Pada 27 Desember 2018, negara Teluk itu membuka kembali kedutaannya di Damaskus, setelah tujuh tahun ditutup.
Pada Juni 2020, pemerintahan Presiden AS Donald Trump memperingatkan Abu Dhabi tentang dampak dari normalisasi lanjutan hubungannya dengan rezim Suriah, dan kemungkinan menghadapi sanksi di bawah Caesar Act, yang menargetkan semua orang yang berurusan dengan rezim Assad.
Sejak Juli, langkah normalisasi Arab dengan rezim Suriah telah dipercepat, terutama oleh Yordania, UEA, dan Mesir, yang diwakili oleh pertemuan bersama, kesepakatan, dan kesepahaman ekonomi.
KTT Liga Arab berikutnya di Aljazair pada Maret depan diharapkan membahas pemulihan keanggotaan Suriah, yang telah dibekukan sejak 2011 karena kekerasan rezim Assad terhadap rakyatnya.
Pada Maret 2011, aksi unjuk rasa rakyat meletus di Suriah, menyerukan dimulainya penyerahan kekuasaan secara damai, tetapi rezim Assad memilih untuk menekannya secara militer, yang mendorong negara itu ke dalam perang saudara yang menghancurkan.