Emre Aytekin
11 Januari 2022•Update: 12 Januari 2022
Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyampaikan pesan dukungan kepada Menteri Luar Negeri Kazakhstan Mukhtar Tleuberdi pada Senin menyusul gelombang protes anti-pemerintah dan kekerasan di Kazakhstan.
Dalam panggilan telepon, Wang mengatakan bahwa China, sebagai mitra strategis komprehensif permanen Kazakhstan, siap mendukung upaya Kazakhstan untuk mencegah kekerasan dan memastikan stabilitas pada saat kritis di mana nasib dan masa depan Kazakhstan dipertaruhkan, kata pernyataan Kementerian Luar Negeri China.
Tleuberdi mengatakan Kazakhstan telah menghadapi “aksi teroris” yang terencana dan ribuan polisi, penegak hukum militer, dan personel medis telah diserang pada waktu bersamaan.
Wang menyampaikan rasa belasungkawa untuk pasukan keamanan yang kehilangan nyawa saat memerangi terorisme dan tindakan kekerasan.
Dia juga menyatakan simpatinya bagi orang-orang yang terluka dalam insiden tersebut.
Sejauh ini sekitar 164 orang telah kehilangan nyawa mereka di seluruh Kazakhstan akibat kekerasan yang terus berlangsung, kata saluran berita Kazakh Habar-24, mengutip Kementerian Kesehatan Kazakhstan.
Protes terhadap kenaikan tajam harga BBM berubah menjadi kerusuhan besar-besaran di seluruh Kazakhstan selama seminggu terakhir.
Presiden Kassym-Jomart Tokayev mengumumkan keadaan darurat di Almaty dan wilayah Mangystau yang kaya minyak, tempat protes menyebar ke seluruh negeri.