Astudestra Ajengrastrı
13 Juli 2018•Update: 14 Juli 2018
Ayhan Simsek
BERLIN
Kanselir Angela Markel menolak membuat janji baru untuk meningkatkan anggaran belanja pertahanan Jerman pada Kamis, meskipun sebelumnya Presiden Donald Trump mengeluarkan kecaman keras.
Berbicara kepada wartawan pada hari kedua dan terakhir KTT NATO di Brussels, Merkel berkukuh dengan rencana awal pemerintahannya untuk menaikkan sedikit demi sedikit pengeluaran militer menjadi 1,5 persen dari PDB nasional Jerman pada 2024.
"Presiden Amerika sebelumnya menuntut apa yang telah didiskusikan selama berbulan-bulan, yakni perubahan dalam pembagian beban," kata Merkel kepada reporter.
"Saya sudah menyatakan dengan jelas, dan juga semuanya sudah menyatakan dengan jelas, kami berada di jalan ini, ini untuk kepentingan kita sendiri, dan ini akan membuat kita semua lebih kuat," ujar dia.
Presiden AS pada Rabu mengkritik keras Jerman karena enggan menaikkan belanja pertahanannya, namun menggantungkan kepada AS untuk "perlindungan dari Rusia".
"Semua negara-negara NATO harus memenuhi komitmen 2% mereka, dan harus secepatnya menaikkan menjadi 4%!" kata Trump di Twitter saat KTT NATO berlangsung di Brussels.
Sementara itu di dalam negerinya, Partai koalisi Merkel, Partai Demokratik Sosial (SPD) telah lama mengkritik rencana pemerintah untuk menaikkan anggaran belanja pertahanan dan menolak terget NATO yang mengatakan setiap negara harus menghabiskan 2 persen pengeluaran negara untuk pertahanan.
Kanselir Jerman berkata pemerintahannya sadar akan pentingnya memodernisasi militer mereka dengan perlengkapan baru, tapi juga menekankan bahwa dia tidak tertarik dengan ide membeli persenjataan baru secara masif.
Anggota Uni Eropa dengan ekonomi terbesar, Jerman, saat ini menghabiskan 1,24 persen dari PDB mereka untuk belanja pertahanan.