Hayati Nupus
03 Juni 2019•Update: 07 Juni 2019
Ayhan Simsek
BERLIN (AA) – Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan pada Minggu bahwa Demokrat Kristennya (CDU/CSU) akan melanjutkan pemerintahan koalisi besar dengan Sosial Demokrat (SPD), setelah pengunduran diri Andrea Nahles.
Berbicara kepada wartawan seusai pertemuan partai di ibu kota Berlin, Merkel menyatakan rasa hormatnya terhadap keputusan pemimpin SPD Nahles yang mengundurkan diri sebagai pemimpin partai dan menekankan bahwa mereka memiliki hubungan kepercayaan yang panjang di pemerintahan.
“Tentu saja saya akan menghormati keputusan SPD sehubungan dengan pengganti Andrea Nahles.
“Terlepas itu, saya ingin berbicara atas nama pemerintah dan mengatakan bahwa kami akan melanjutkan pekerjaan pemerintahan negara ini dengan dedikasi penuh,” kata Merkel.
Dia menekankan bahwa pemerintah sadar akan tanggung jawabnya terhadap negara.
“Karena persoalan yang perlu kita tangani ada di meja, baik di rumah di Jerman, dan di Eropa, dan di dunia secara keseluruhan […] dan kita akan terus bekerja sama dengan semangat ini,” dia menambahkan.
Ketua CDU Annegret Kramp-Karrenbauer mendesak Sosial Demokrat untuk segera memilih pemimpin baru dan tidak membahayakan kemampuan pemerintah koalisi untuk bertindak.
“Saya berasumsi bahwa Sosial Demokrat akan dengan cepat membuat keputusan tentang posisi partai senior dan memastikan bahwa koalisi besar tetap mampu bertindak,” kata dia dalam konferensi pers di Berlin.
“Terkait EDU, jelas bahwa ini bukan saatnya untuk taktik partai. Kami tetap berkomitmen pada koalisi besar,” kata dia.
Sebelumnya pada Minggu, Nahles mengumumkan rencananya untuk mengundurkan diri setelah SPD merugi besar dalam pemilihan Eropa dan pemilihan regional di Bremen pekan lalu.
Dalam pernyataannya, Nahles mengatakan dia akan mundur sebagai pemimpin partai pada Senin, dan juga akan mengundurkan diri dari posisi pemimpin kelompok parlemen pada Selasa, untuk mempermudah pemilihan penggantinya.
Mitra koalisi Kanselir Angela Merkel, SPD, mencatat hasil terburuk dalam pemilihan parlemen Eropa pekan lalu dan memicu perdebatan sengit di internal partai.
SPD memperoleh suara 15,8 persen, terjun bebas dari perolehan 27,3 persen pada 2014.