Maria Elisa Hospita
19 Februari 2018•Update: 19 Februari 2018
Elena Teslova
MOSKOW
Moskow mengkhawatirkan hubungan Iran dan Israel yang kian memanas, kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, Senin.
Dalam klub diskusi Valday di Moskow, Lavrov mengatakan, Moskow tidak menerima upaya penyelesaian masalah regional melalui perang melawan Iran.
"Kami mengamati ada upaya tersebut di Suriah, Yaman, dan Palestina, termasuk pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota resmi Israel," ujar Lavrov.
Lavrov mengatakan bahwa insiden yang melibatkan drone Iran di Israel juga harus diselidiki.
"Belum jelas apakah drone tersebut milik Iran atau bukan. Ada mekanisme untuk menginvestigasi insiden semacam itu, misalnya melalui Pasukan Pengamat Pelucutan Senjata PBB di Dataran Tinggi Golan dan Organisasi Pengawasan Gencatan Senjata PBB. Keduanya berhak untuk menyelidiki dan saya pikir penyelidikan insiden itu diperlukan," tegas dia.
Mengenai situasi di Afrin, Lavrov mengatakan, Angkatan Udara Rusia telah menjalin komunikasi dengan Kurdi di Afrin, barat laut Suriah, untuk mengurangi ketegangan, namun upaya tersebut belum berhasil.
Dia juga menegaskan bahwa untuk saat ini, sikap Rusia mengenai Afrin tidak berubah, yakni zona yang diduduki Amerika Serikat (AS) harus segera ditutup.
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menambahkan, Suriah membutuhkan solusi politik, namun upaya tersebut sulit dicapai karena pendudukan AS.