28 Juli 2017•Update: 31 Juli 2017
Kyaw Ya Lynn
YANGON, Myanmar
Pihak berwenang di wilayah Mandalay di Myanmar mengaku menghancurkan sebuah rumah yang tengah dibangun, menyusul tekanan dari massa warga Buddha yang mengatakan di situ akan dibangun sebuah masjid, Jumat.
Massa sebanyak lebih dari 100 orang itu berkumpul di depan rumah 2 lantai di area Kyauk Padaung yang dikenal anti-Muslim. Kerumunan warga menuntut pihak berwenang menghancurkan pembangunan rumah dan menghukum pemiliknya, lapor polisi setempat.
“Guna menghindari masalah, maka rumah itu dihancurkan,” kata polisi Thae Naung kepada Anadolu Agency.
Rumah itu dibongkar pada Kamis malam dan belum ada yang ditahan, tambahnya.
Penghancuran itu dilakukan setelah terdengar rumor seorang beragama Islam akan membangun masjid di kota itu, kata Phyo Tint Khaing, dewan komite pembangunan kota Mandalay.
“Massa mengira itu dimiliki seorang Muslim dan akan digunakan untuk ibadah,” katanya kepada Anadolu Agency. “Mereka salah. Rumah itu dimiliki seorang beragama Buddha berusia 22 tahun dan dia tidak memiliki alasan menggunakan itu sebagai masjid.”
Namun ia juga bilang, pihak keamanan setempat takut akan situasi yang bisa menimbulkan bentrokan.
“Pada saat itu massa bertindak gila.”
Video yang tersebar secara online menunjukkan kerumunan warga yang bersorak ketika rumah itu dihancurkan yang berwajib.