Muhammad Nazarudin Latief
14 April 2019•Update: 15 April 2019
Busra Nur Bilgic
JAKARTA
Empat negara Uni Eropa akan menerima sekelompok migran yang terdampar di Mediterania selama lebih dari 10 hari, ujar pemerintah negara kepulauan Malta pada Sabtu.
"Sebanyak 64 migran di atas kapal Alan Kurdi akan diberangkatkan ke Jerman, Prancis, Portugal dan Luksemburg berkat koordinasi yang efektif oleh Komisi Eropa," kata pemerintah Malta di Twitter.
Kapal tersebut tidak akan diizinkan turun di Malta dan tidak menerima migran, kata pernyataan tersebut.
"Sebuah solusi ditemukan agar tidak membiarkan situasi semakin memburuk, sementara Malta tidak bisa terus memikul beban ini," kata pemerintah.
"Sekali lagi anggota terkecil dari Uni Eropa berada di bawah tekanan yang tidak perlu, diminta untuk menyelesaikan kasus yang bukan tanggung jawabnya."
Alan Kurdi, sebuah kapal yang diambil dari nama bocah laki-laki Suriah yang tenggelam di lepas pantai Turki saat mencoba pergi ke Eropa, menyelamatkan 64 migran gelap di lepas pantai Libya pada 3 April.
Malta, Italia, dan Libya sejauh ini menolak untuk menerima migran, kata Sea-Eye, kelompok kemanusiaan Jerman yang mengoperasikan kapal.
Sekitar 30.510 migran meninggal antara 2014 hingga 2018 ketika melakukan perjalanan berbahaya ke Eropa, Badan Internasional untuk Migrasi PBB melaporkan pada awal Januari.