Eshat Fırat
07 Januari 2018•Update: 08 Januari 2018
Eshat Firat
YERUSALEM, Palestina
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara dengan sejumlah pemimpin Eropa melalui telepon pada Sabtu malam.
Dalam sebuah pernyataan tertulis, Netanyahu membahas situasi regional dan perkembangan di Iran dengan mitranya Inggris dan Polandia Theresa May dan Mateusz Morawiecki, Presiden Rumania Klaus Lohhannis, dan kepala parlemen Rumania Liviu Dragnea dalam sambungan telepon yang berbeda.
Pernyataan tersebut menambahkan, Netanyahu juga telah berbicara dengan Kanselir Jerman Angela Merkel pada hari Selasa.
Pada 28 Desember, ribuan orang turun ke jalan di kota-kota timur laut Iran di Masyhad dan Kashmar untuk memprotes kenaikan inflasi, pengangguran, dan kesalahan manajemen yang dirasakan pemerintah.
Protes tersebut kemudian tampak berubah menjadi demonstrasi anti-rezim, menyebar ke provinsi Teheran, Kermanshah, Sanandaj, Zanjan, Ahvaz, dan Arak.
Lebih dari 20 orang tewas dalam demonstrasi tersebut, termasuk satu petugas polisi. Sementara lebih dari 1000 orang ditahan oleh pihak berwenang.
Pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menunjuk dua pemimpin dunia Presiden Netanyahu dan A.S. Donald Trump secara terbuka sebagai pendukung kerusuhan di Iran.
Hal itu mengacu pada suara Majelis Umum PBB yang menolak keputusan sepihak A.S. untuk mengumumkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Kala itu, pernyataan resmi dari Israel mengatakan, "Netanyahu juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Rumania dan Perdana Menteri Polandia atas abstain mereka dalam pemungutan suara PBB."
Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Timur Tengah dengan orang-orang Palestina yang berharap bahwa Yerusalem Timur - yang diduduki oleh Israel - pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina.