Michael Hernandez
07 Januari 2018•Update: 08 Januari 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden Donald Trump berharap rencana pembicaraan antara Korea Utara dan Selatan dapat dibahas lebih jauh saat Olimpiade Musim Dingin.
“Saya harap ini berhasil. Saya sangat ingin melihat keberhasilan di antara kedua negara,” kata Trump saat retret kepresidenan di Camp David.
"Saya ingin melihat mereka terlibat dalam Olimpiade, dan mungkin semuanya berjalan dari sana. Jadi saya di belakang mereka seratus persen," imbuh Trump.
Dialog tingkat tinggi dijadwalkan dimulai pada hari Selasa menyusul sedikit perbaikan dalam hubungan yang juga memungkinkan pembukaan kembali hotline resmi keduanya.
Trump mengklaim dia punya andil dalam kemajuan marjinal. Dia menyebut, tanpa ‘sikap keras dan retorika panasnya’ kedua negara itu tidak akan bicara tentang Olimpiade.
“Dan mereka tidak akan berbicara sekarang,” sebut dia.
Saat itu, Trump pun berujar bahwa Amerika akan terlibat pada waktu yang tepat.
Sebelumnya, Korea Utara telah menolak semua upaya dialog oleh Presiden Korea Selatan Moon Jae-in sejak pelantikannya pada Mei lalu.
Alih-alih berdialog, Korut malah meluncurkan serangkaian rudal balistik dan melakukan uji coba nuklir keenam.
Meski Trump mengklaim peranannya, pertemuan yang dijadwalkan minggu depan itu kemungkinan akan sebatas pada bahasan keinginan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un agar negaranya dapat ambil bagian dalam pertandingan bulan depan di Korea Selatan.
“Prioritasnya adalah partisipasi Korea Utara dalam Olimpiade Musim Dingin PyeongChang," kata seorang pejabat tinggi Korea Selatan yang dikutip oleh Yonhap News Agency.
“Tapi saya yakin akan ada diskusi terkait peningkatan hubungan dengan Korut setelah partisipasi Utara di Olimpiade selesai," kata pejabat yang enggan disebut namanya itu.
Seoul telah menyatakan ingin menghindari provokasi Korea Utara sebelum atau selama Olimpiade berlangsung.
Untuk mengurangi resiko gangguan Pyongyang, Korea Selatan dan Amerika Serikat pada hari Kamis telah sepakat untuk menunda latihan militer gabungan sampai Paralimpiade Musim Dingin pada bulan Maret usai digelar.
Di tengah klaim Korea Utara sedang mencoba untuk mendorong irisan antara sekutunya, pemerintah Korea Selatan tetap bersikeras akan terus berkoordinasi erat dengan AS ke depan.