Rhany Chairunissa Rufinaldo
15 Agustus 2018•Update: 16 Agustus 2018
Umar Farooq
WASHINGTON
Sebuah operasi militer di Idlib, Suriah, dan daerah sekitarnya akan membahayakan nyawa sedikitnya 3 juta warga sipil, seorang pejabat PBB memperingatkan Selasa.
Dalam pernyataan tertulis, Panos Moumtzis, Koordinator Kemanusiaan Regional untuk Krisis Suriah, mengutuk serangan "mengerikan" yang ditujukan pada warga serta prasarana sipil dan pemukiman di Idlib dan Aleppo selama akhir pekan.
Serangan itu menewaskan 116 warga sipil, sebagian besar perempuan dan anak-anak.
"Kekerasan ekstrem ini benar-benar tidak dapat diterima. Saya sangat prihatin pada keselamatan dan perlindungan jutaan warga sipil yang tinggal di daerah ini," katanya.
Moumtzis lebih lanjut mengatakan bahwa setiap operasi militer di daerah itu tidak hanya akan membahayakan jiwa jutaan warga sipil tetapi juga menghambat upaya untuk memberikan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut.
"Sangat penting bagi semua pihak yang berkonflik dan yang punya pengaruh untuk sampai pada perjanjian yang sungguh-sungguh untuk menyelesaikan konflik secara damai, untuk mencegah rakyat Suriah dari penderitaan. Warga sipil seharusnya tidak menjadi sasaran. "
Dia sebelumnya mencatat bahwa memburuknya situasi di Idlib dapat menyebabkan lebih dari 2 juta orang bergerak menuju perbatasan dengan Turki. Hal ini bisa memberi tekanan besar pada negara.
*Betul Yuruk turut melaporkan untuk berita ini