Şerife Çetin
BRUSSELS
Keamanan Eropa, martabat NATO, dan perlindungan nilai-nilai Uni Eropa dimulai di perbatasan Turki, kata Ketua Persatuan Demokrat Turki Eropa (UETD) Zafer Sirakaya pada Rabu.
Kepada Anadolu Agency, Sirakaya mengatakan bahwa Eropa perlu mendukung Turki dalam memerangi terorisme.
"Keamanan Eropa, martabat dan perbatasan NATO, serta perlindungan nilai-nilai Uni Eropa dimulai di perbatasan Turki," kata dia.
Dia juga menekankan bahwa Turki tengah memerangi terorisme di Afrin, Suriah, melalui Operasi Ranting Zaitun yang diluncurkan pada Sabtu lalu untuk memberantas teroris PYD/PKK dan Daesh dari wilayah tersebut.
Sirakaya mengkritik media Barat yang menggambarkan bahwa operasi tersebut menargetkan masyarakat Kurdi.
"Turki adalah negara yang merangkul sekitar 200.000 saudara asal Kurdi dari Kobani [Ayn al-Arab] dalam sehari," kata dia.
Karena perang sipil di negara mereka, banyak keluarga Kurdi Suriah yang melarikan diri ke Turki dan takut kembali ke kampung halaman mereka.
Sekitar 350.000 orang Kurdi dari Afrin meninggalkan negara mereka, kebanyakan dari mereka melarikan diri ke Turki karena penindasan dari kelompok teroris PKK/PYD/YPG dan Daesh.
Sirakaya mengatakan ketidakstabilan ekonomi, sosial dan politik di Timur Tengah memaksa orang-orang untuk mencari perlindungan dan itu menyebabkan gelombang migrasi baru.
Turki saat ini menampung sekitar 3,5 juta pengungsi, kata dia.
Sirakaya menjelaskan, organisasi teroris di Suriah tidak membedakan orang Arab, Kurdi dan atau Turkmen, mereka ingin menghancurkan semua orang yang menentang apa yang mereka lakukan. Dia menambahkan, ketika mereka tidak dapat menghancurkan itu, mereka memaksa orang-orang itu untuk bermigrasi.
"Jika terorisme di Suriah tidak diberantas, akan ada gelombang migrasi baru," kata dia memperingatkan.
Menurut dia, perlu ada koordinasi yang baik dalam hal migrasi untuk mengendalikan rasisme di Eropa.
"Kita melihat bagaimana Eropa kehilangan kontrol dengan gelombang migrasi satu juta orang," kata dia.
Berdiri bersama Turki
Mantan anggota Parlemen Eropa, Ozan Ceyhun mengatakan bahwa orang-orang Arab, Kurdi dan Turkmen di Afrin telah mengalami banyak penderitaan akibat dominasi organisasi teroris PYD/PKK di wilayah tersebut.
"Jika Turki tidak melakukan intervensi di Afrin, sebagian besar warga sipil di Afrin harus melarikan diri. Ini akan menyebabkan gelombang pengungsi baru," kata Ceyhun.
Dia menekankan bahwa Turki melakukan perang melawan terorisme untuk melindungi rakyat Afrin dari penindasan kelompok teroris dan membangun kembali hak asasi manusia di wilayah tersebut.
"Jika Eropa dan Uni Eropa ingin melindungi nilai-nilai mereka sendiri, maka mereka harus mendukung operasi Turki," ujar dia.
Jumlah migran berkurang
Perwakilan Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) untuk Brussel Ruhi Acikgoz mengatakan, "Operasi ini akan berkontribusi pada pembentukan zona aman bagi saudara Suriah kita yang tinggal di Turki agar mereka dapat kembali ke negara mereka".
"Penurunan jumlah migran di Turki akan memastikan penurunan jumlah migran yang akan pergi dari Turki ke Eropa," tambah dia
Dalam kerangka kesepakatan pengungsi antara Turki-Uni Eropa pada tahun 2016, Acikgoz mengatakan bahwa Turki telah memenuhi komitmennya dan telah terjadi penurunan drastis dalam jumlah pengungsi yang ke Eropa dari negaranya.
Dia juga menambahkan bahwa membangun keamanan di sepanjang perbatasan Turki akan memberi kontribusi pada keamanan perbatasan Eropa.
"Operasi di Afrin tidak ditujukan ke PKK/PYD. Ini menargetkan semua organisasi teror. Daesh juga termasuk dalam hal ini. Daesh terus menjadi ancaman besar bagi Eropa," kata Acikgoz.
Dia mengatakan, sekutu NATO dan negara anggota UE harus berdiri bersama Turki.
news_share_descriptionsubscription_contact
