Rhany Chairunissa Rufinaldo
08 Maret 2019•Update: 08 Maret 2019
Shuriah Niazi
NEW DELHI, India
Sebuah organisasi Muslim di India pada Kamis mengatakan minoritas agama di negara itu menjadi sasaran dan didiskriminasi di bawah pemerintahan yang dipimpin oleh sayap kanan, Partai Bharatiya Janata.
Berbicara pada sebuah konferensi pers di ibu kota New Delhi pada Kamis, E. Abubacker, ketua Front Populer India (PFI), mengatakan bahwa penting jika semua partai politik, yang peduli tentang hak-hak minoritas, merespons secara positif dan memasukkan tuntutan masyarakat dalam manifesto pemilihan mereka.
Pemilihan umum di India akan digelar pada Mei.
PFI menyelenggarakan Rapat Politik Muslim untuk membahas skenario politik saat ini dan keprihatinan masyarakat minoritas, khususnya Muslim.
Rapat itu ditutup dengan mengesahkan piagam tuntutan yang mencakup masalah perkembangan, keterwakilan, pendidikan, budaya dan keamanan yang berkaitan dengan komunitas Muslim.
"Organisasi ini juga telah menyiapkan kampanye intensif melalui penyebaran pamflet, mengadakan konvensi rakyat di 100 daerah pemilihan di mana suara minoritas sangat menentukan," kata Abubacker.
Organisasi itu mengatakan pergantian pemerintahan dan pemilu mendatang menjadi perhatian kelompok agama minoritas.