Hayatı Nupus
29 Januari 2020•Update: 30 Januari 2020
JAKARTA
Pasar makanan laut di Wuhan, Provinsi Hubei, China, bisa jadi bukan satu-satunya sumber wabah virus korona baru, ujar pakar penyakit paru-paru China.
Wakil Direktur Rumah Sakit Jinyintan Wuhan, Huang Chaolin, mengatakan pasien pertama yang dirawat di RS itu pada 1 Desember 2019 justru tak terpapar makanan dari Pasar Grosir Makanan Laut Huanan Wuhan yang dianggap sebagai sumber epidemi.
“Bisa jadi ada banyak sumber,” kata Huang, dalam makalah yang dimuat di Lancet, jurnal medis internasional, seperti dikutip Xin Hua.
Makalah yang ditulis Huang dan timnya itu membahas temuan awal data klinis dari 41 virus korona pertama.
Sedang RS Jinyintan Wuhan adalah salah satu rumah sakit yang ditunjuk untuk mengurusi pasien yang terinfeksi virus korona baru.
Sementara itu dari tiga pasien yang dirawat pada 10 Desember, lanjut Huang, dua di antaranya tak memiliki akses ke pasar makanan laut.
Huang juga mencatat hanya 27 dari 41 kasus yang memiliki akses ke pasar makanan laut.
Terletak di pusat kota Distrik Jianghan, pasar makanan laut Huanan hanya berjarak tak sampai satu kilometer dari stasiun kereta api Hankou.
Selain menawarkan makanan laut, pasar itu juga menyuguhkan unggas dan daging buruan, sebelum tutup pada 1 Januari.
Para ahli dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China telah mengisolasi virus korona baru dalam sampel yang dikumpulkan dari pasar.
Sebanyak 33 dari total 585 sampel itu mengandung asam nukleat virus.
Meski begitu, Huang tak menyebutkan asal pasti virus tersebut.
Hingga hari ini, virus korona baru telah menewaskan 132 orang, dengan kasus 5.974 di China.