Maria Elisa Hospita
24 Maret 2019•Update: 25 Maret 2019
Islamuddin Sajid
ISLAMABAD, Pakistan
Pakistan pada Sabtu memperingati Hari Republik dengan perayaan di kota-kota besar, termasuk di ibu kotanya, Islamabad.
Salah satunya adalah parade militer di Islamabad yang dihadiri Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad yang sedang berkunjung ke negara itu sebagai tamu kehormatan.
Para pejabat pemerintahan dan petinggi militer yang turut hadir menyaksikan pawai bersama ribuan masyarakat di antaranya adalah Presiden Arif Alvi, Perdana Menteri Imran Khan, Menteri Pertahanan Pervez Khattak, Menteri Pertahanan Azerbaijan Zakir Hasanov, Komandan Garda Nasional Bahrain Letjen. Sheikh Mohammed Bin Isa Bin Salman Al -Khalifa, kepala dinas angkatan bersenjata Pakistan, dan diplomat asing.
Setiap 23 Maret, Pakistan memperingati pengesahan Resolusi Lahore pada 23 Maret 1940, yang dianggap sebagai langkah awal menuju kemerdekaan Pakistan tujuh tahun kemudian. Peristiwa penting lainnya yaitu pernyataan resmi Pakistan sebagai republik Islam pertama di dunia pada 23 Maret 1956.
Selain parade militer, masjid-masjid di seluruh penjuru negeri menggelar salat khusus untuk mendoakan kemajuan dan kemakmuran Pakistan.
"Hari ini adalah hari bersejarah bagi negara kami. Kami menegaskan kembali keinginan kami untuk mewujudkan perdamaian, tetapi kami harap keinginan kami untuk perdamaian tidak disalahartikan sebagai tanda kelemahan," kata Alvi saat berpidato di parade militer.
Mengenai ketegangan baru-baru ini dengan India, Alvi menyarankan agar kepemimpinan India fokus pada penyediaan fasilitas kesehatan, pendidikan, dan lapangan pekerjaan ketimbang perang.
Dia juga berterima kasih kepada negara-negara sahabat - Turki, China, Arab Saudi, Azerbaijan, Bahrain, dan Sri Lanka - yang mengirimkan perwakilan khusus mereka untuk menghadiri perayaan itu.
Dalam kesempatan yang sama, PM Khan mengatakan bahwa bangsanya tak akan melupakan orang-orang Kashmir dan pengorbanan mereka.
"Mereka telah lama menjadi korban terorisme India dan dipaksa untuk menjalani kehidupan yang penuh penderitaan," tandas dia.