Muhammad Abdullah Azzam
01 Mei 2020•Update: 04 Mei 2020
Esat Firat
YERUSALEM
Wakil Menteri Luar Negeri Palestina mengungkapkan bantuan medis dari pemerintah Turki datang di saat Palestina sangat membutuhkannya.
"Bantuan ini memenuhi kebutuhan Palestina di masa kritis ketika anggaran Palestina tidak memadai dan ekonomi dipengaruhi secara negatif oleh wabah virus korona," kata Ahmad ed-Dijk kepada Anadolu Agency.
Ed-Dijk menyampaikan bahwa Turki selalu menggunakan pengaruhnya untuk Palestina.
Dia berterima kasih atas nama rakyat Palestina dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Sebuah pesawat kargo medis yang dikirim ke Palestina telah mendarat pada Kamis di Bandara Ben Gurion di Tel Aviv.
Otoritas Palestina mencatat 507 kasus virus korona di sana, termasuk di wilayah pendudukan Israel, dengan dua kasus kematian.
Turki telah membantu 57 negara, termasuk Inggris, Spanyol, Italia, Inggris, Serbia, Kosovo, Bosnia dan Herzegovina, Makedonia Utara, Montenegro, Libya, Somalia dan Amerika Serikat (AS) dengan tujuan memerangi pandemi.
Turki pada Kamis juga telah mengirim alat medis gelombang kedua ke AS, salah satu negara yang paling terdampak Covid-19 di dunia.
Virus korona, yang secara resmi dikenal sebagai Covid-19, pertama kali diidentifikasi di China pada Desember lalu, dan telah menyebar ke setidaknya 185 negara dan wilayah.
Sejak pertama kali muncul di Cina Desember lalu, novel virus korona telah menyebar ke sedikitnya 187 negara dan wilayah dengan AS dan Eropa menjadi negara paling banyak terinfeksi.