Maria Elisa Hospita
02 Desember 2019•Update: 03 Desember 2019
Amir al-Hassani
BAGHDAD
Parlemen Irak menerima pengunduran diri Perdana Menteri Adel Abdel-Mahdi pada Minggu.
Keputusan itu diambil di tengah karut-marut akibat aksi protes massal terhadap praktik korupsi dan kondisi hidup yang buruk.
Dalam pertemuan darurat itu, anggota parlemen sepakat untuk menerima pengunduran diri yang diajukan oleh perdana menteri sehari sebelumnya.
Sebanyak 241 dari 329 anggota parlemen hadir dalam pertemuan tersebut.
Keputusan itu diambil di tengah karut-marut akibat aksi protes massal terhadap praktik korupsi dan kondisi hidup yang buruk sejak Oktober.
Tuntutan para demonstran kemudian meluas menjadi seruan untuk membubarkan pemerintahan Abdel-Mahdi.
Menurut Komisi HAM Irak, setidaknya 406 warga Irak telah terbunuh dan 15.000 terluka sejak aksi protes dimulai pada 1 Oktober.