Maria Elisa Hospita
16 Juli 2019•Update: 16 Juli 2019
Diyar Guldogan
ANKARA
Parlemen Eropa akan menggelar pemungutan suara untuk memilih Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen sebagai kandidat petinggi Komisi Eropa pada Selasa.
Jika terpilih, von der Leyen akan menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai presiden komisi.
Supaya terpilih jadi presiden, dia harus mendapatkan dukungan mayoritas mutlak dari anggota Parlemen Eropa, setidaknya 374 suara.
Jika von der Leyen gagal meraup suara mayoritas, Dewan Eropa harus mengajukan kandidat baru dalam kurun waktu satu bulan.
"Hampir 40 tahun yang lalu #SimoneVeil menjadi presiden perempuan pertama @Europarl_EN. Jika Eropa adalah seorang perempuan, maka Eropa adalah Simone Veil. Apa yang dapat kita lakukan hari ini untuk memastikan bahwa kita dapat menjalankan visinya tentang sebuah Eropa yang bersatu & damai di masa depan? #EuropeAdalahPerempuan," cuit von der Leyen via Twitter.