Maria Elisa Hospita
01 Juli 2019•Update: 02 Juli 2019
Serife Cetin
BRUSSEL
Parlemen Uni Eropa akan memilih presidennya sendiri pada 3 Juli.
"Presiden Parlemen sepenuhnya akan dipilih oleh Dewan Negara-negara Anggota secara independen," kata Presiden Parlemen Eropa Antonio Tajani, Minggu.
Usai KTT Pemimpin Uni Eropa di Brussel, Tajani mengatakan bahwa kandidat presiden dari kelompok politik yang menerima suara terbanyak dalam pemilihan parlemen harus ditunjuk untuk posisi ini.
Prinsip itu ditetapkan lima tahun lalu ketika Jean-Claude Juncker terpilih sebagai presiden komisi.
"Dia adalah kandidat utama kelompok yang memenangkan pemilihan pada 2014 dan langsung diakui sebagai pemenang," jelas Tajani, yang masa jabatannya berakhir bulan ini.
KTT para pemimpin Uni Eropa dimulai pada Minggu di Brussel, di mana mereka membahas kandidat presiden.
Para pemimpin akan memilih presiden Dewan Eropa, mencalonkan seorang kandidat presiden Komisi Eropa, menunjuk perwakilan tinggi serikat pekerja untuk urusan luar negeri dan kebijakan keamanan, sekaligus menunjuk presiden Bank Sentral Eropa.
*Jeyhun Aliyev turut melaporkan dari Ankara