04 Maret 2018•Update: 05 Maret 2018
Burcu Calik
ANKARA
Militer Turki dan Pasukan Bebaskan Suriah (Free Syrian Army, FSA) pada Sabtu membebaskan tujuh area pemukiman, termasuk kota Rajo yang strategis, dari teroris YPG/PKK-Daesh sebagai bagian dari operasi yang sedang berlangsung di barat laut Suriah, kata militer.
Dalam pernyataannya, Jenderal Staf Turki mengatakan bahwa desa Ramadiyah dan Hamelika di Distrik Jinderes -- terletak di barat daya Afrin -- desa Ali Bazan, Qariqin, dan Shamanli yang berada di Distrik Sharan -- terletak di timur laut Afrin -- dan Desa Badinli di Distrik Rajo telah dibebaskan pada Sabtu.
Rajo, yang berada di barat laut Afrin, adalah pusat kota kedua yang dibebaskan sejak dilangsungkannya operasi. Distrik Bulbul merupakan yang pertama.
Militer juga mengatakan bahwa 82 teroris telah tewas di daerah tersebut pada Sabtu, sehingga menambah jumlah total teroris yang tewas sejak awal operasi menjadi 2.516.
Sejak 26 Februari, sebuah koridor yang berbentuk bulan sabit yamg membentang sepanjang barat laut Provinai Idlib dan wilayah Azaz yang terletak di Provinsi Aleppo, telah memutus koneksi teroris dengan perbatasan Turki.
Sejak awal operasi pada 20 Januari, militer Turki dan FSA telah membebaskan 127 lokasi termasuk dua pusat daerag, 97 desa, 21 gunung dan bukit strategis, serta satu basis YPG/PKK.
Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris YPG/PKK-Daesh dari Afrin.
Menurut Jenderal Staf Turki, operasi ini bertujuan untuk mewujudkan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan daerah serta untuk melindungi warga Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), hak mempertahankan diri di bawah piagam PBB, dan hormat terhadap integritas teritorial Suriah.
Militer juga mengungkapkan bahwa hanya target penyebar teror yang dihancurkan dan operasi dilakukan dengan "sangat berhati-hati" supaya warga sipil tidak terluka.