Maria Elisa Hospita
07 Maret 2021•Update: 08 Maret 2021
Ibrahim Salih
BAGHDAD
Paus Fransiskus pada Sabtu memimpin doa antaragama di kota kuno Ur, yang dianggap sebagai tempat kelahiran Nabi Ibrahim, sebagai bagian dari kunjungannya ke Irak.
"Permusuhan, ekstremisme, dan kekerasan tidak lahir dari hati yang religius. Mereka adalah pengkhianatan terhadap agama," kata Paus dalam pidatonya.
"Dari tempat ini, di sini, keyakinan dan tauhid muncul di tanah bapak kami Abraham," lanjut dia.
Paus mengatakan ketika Irak diserang oleh teroris, "sejarah juga menderita akibat serangan itu, termasuk gereja dan biara lokal".
Sebelumnya, pada Sabtu pagi, paus mengadakan pertemuan bersejarah dengan ulama terkemuka Syiah Irak Ali Al-Sistani di Kota Najaf.
Fransiskus tiba di Baghdad pada Jumat di mana dia secara terpisah bertemu dengan Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi dan Presiden Barham Saleh serta tokoh pemerintah dan agama Irak lainnya.
Paus juga akan melakukan perjalanan ke Erbil, Irak Utara, di mana dia akan bertemu dengan Perdana Menteri Kurdi Masrour Barzani.
* Ahmed Asmar turut melaporkan dari Ankara