Maria Elisa Hospita
07 April 2019•Update: 08 April 2019
Walid Abdullah
TRIPOLI
Konferensi Dialog Nasional Libya yang didukung PBB akan diadakan sesuai jadwal semula, kecuali "ada keadaan darurat".
"Menyelenggarakan konferensi dalam kondisi seperti ini memang sulit, tetapi kami bertekad untuk mengadakannya sesuai jadwal, yaitu pada pertengahan April, kecuali keadaan memaksa kami untuk menundanya," kata utusan PBB Ghassan Salame saat konferensi pers di Tripoli.
Menurut Salame, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres terkejut dengan eskalasi militer di Libya dan memberi tahu semua pihak bahwa PBB mendesak kembali ke proses perdamaian politik.
Dialog nasional yang disponsori PBB rencananya akan diadakan di Kota Ghadames pada 14 April.
Tujuan konferensi itu adalah untuk menyusun "peta jalan" politik untuk masa depan negara itu.
Pada Kamis, komandan militer Khalifa Haftar melancarkan kampanye militer untuk merebut Tripoli dari pasukan GNA.
Libya masih dilanda gejolak sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO menyebabkan tewasnya Presiden Muammar Gaddafi setelah empat dekade berkuasa.
Sejak itu, perpecahan politik Libya telah menghasilkan dua kursi kekuasaan yang saling bersaing: satu di timur Kota Al-Bayda; dan satu lagi di Tripoli.
*Mahmoud Barakat turut berkontribusi dalam laporan ini