Maria Elisa Hospita
07 April 2019•Update: 09 April 2019
Lokman Ilhan
CARACAS, Venezuela
Dua unjuk rasa berlangsung di ibu kota Venezuela pada Sabtu, setelah pemadaman listrik yang mengakibatkan warga harus beraktivitas tanpa listrik dan air.
Pendukung Presiden Venezuela Nicolas Maduro bergerak menuju Istana Presiden setelah Maduro mengeluarkan seruan via Twitter: "Mari penuhi jalan-jalan Caracas dengan sukacita!"
Selama unjuk rasa, Maduro menyatakan kesediaannya untuk berunding dan mendukung setiap langkah untuk dialog.
Dia juga menuding serangan siber dari Kolombia dan Chili sebagai penyebab pemadaman listrik baru-baru ini.
Sementara itu, Juan Guaido, pemimpin oposisi yang mendeklarasikan dirinya sebagai presiden sementara pada akhir Januari, mengajak para pendukungnya mendesak pemerintah sampai Maduro mengundurkan diri.
Unjuk rasa saingan digelar beberapa hari setelah Majelis Konstitunsi Venezuela mencabut pemimpin oposisi Juan Guaido dari kekebalan parlementernya, membuka kesempatan bagi penuntutan danpenangkapannya.
Venezuela telah diguncang gelombang protes sejak 10 Januari, ketika Nicolas Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua.
Ketegangan meningkat ketika Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden pada 23 Januari - sebuah langkah yang didukung oleh Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa dan Amerika Latin.
.
Turki, Rusia, China, Iran, Bolivia, dan Meksiko tetap menyatakan dukungan untuk Maduro.
*Busra Nur Bilgic turut berkontribusi dalam laporan ini