Chandni
08 Februari 2018•Update: 09 Februari 2018
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu menyampaikan kekhawatiran mengenai meningkatnya jumlah warga sipil yang tewas di tengah perang Suriah.
Wakil juru bicara PBB Farhan Haq mengatakan serangan udara yang semakin intens di Ghouta Timur, Damaskus diduga telah menewaskan puluhan warga setempat dan melukai banyak lainnya dalam 48 jam terakhir.
Ghouta Timur diblokade selama lima tahun terakhir dan rezim Bashar al-Assad semakin mengencangkan cengrakaman mereka di sana dalam delapan bulan terakhir.
Masuknya akses kemanusiaan juga diblokir sehingga 40.000 penduduk kawasan itu kesulitan mendapatkan makanan atau obat-obatan. Ribuan warga dilaporkan membutuhkan pertolongan medis darurat.
Haq mengatakan PBB juga mengkhawatirkan situasi keamanan dua juta penduduk Idlib, di mana serangan berlangsung setiap hari dan menewaskan warga serta menghancurkan infrastruktur.
"Dalam tiga hari terakhir, PBB menerima laporan serangan udara di Idlib yang membunuh dan melukai warga serta merusak rumah sakit, sekolah dan lain-lain," kata Haq. Dia juga mengatakan hingga 1.200 sekolah di sana ditutup karena adanya kekerasan. Ribuan anak-anak menjadi terlantar.
Haq menyerukan agar kekerasan di Idlib, Ghouta Timur, Afrin dan Raqqa segera dihentikan agar LSM bisa membawa masuk bantuan kemanusiaan dan medis.
Selain itu, Dewan Keamanan PBB juga diperkirakan akan membahas situasi kemanusiaan di Suriah atas permintaan Swedia dan Kuwait.
Idlib yang terletak di utara Suriah dan dekat perbatasan Turki telah dinyatakan sebagai "zona de-eskalasi".
Provinsi yang dikendalikan oleh kelompok bersenjata anti-rezim tersebut menghadapi serangan udara intensif dalam dua bulan terakhir.
Sejumlah 211 warga sipil terbunuh dan 1.447 lainnya luka-luka hanya pada bulan Januari lalu.
Suriah telah dirundung konflik sejak perang sipil meletus pada Maret 2011, ketika rezim Bashar al-Assad menyerang aksi demonstrasi kelompok pro-demokrasi dengan brutal.
Meskipun pejabat PBB mengatakan ratusan ribu jiwa tewas akibat perang sipil tersebut, pejabat rezim Suriah mengatakan jumlah korban jiwa adalah sekitar 10.000.