Maria Elisa Hospita
31 Januari 2018•Update: 01 Februari 2018
YERUSALEM
Krisis di jalur Gaza yang diblokade jauh lebih besar dari krisis kemanusiaan, kata Nickolay Mladenov, utusan khusus PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah.
Dalam sebuah forum yang diselenggarakan Lembaga Studi Keamanan Nasional Israel di Tel Aviv, Mladenov memperingatkan bahwa Gaza dirundung kegagalan sistem secara total.
Dia mendefinisikan kegagalan menyeluruh ini sebagai "keterpurukan ekonomi dan layanan sosial yang menimbulkan semua implikasi masalah politik dan kemanusiaan".
Mladenov juga meminta hadirin pertemuan yang akan datang antara negara-negara pendonor dan Otoritas Palestina (PA) -yang akan diadakan di Brussel pada Kamis -untuk membahas krisis pendanaan PA saat ini, kondisi Gaza, dan proses perdamaian Timur Tengah.
"Yang paling penting adalah mengembalikan Gaza untuk dikelola oleh pemerintah yang sah [yaitu, PA daripada Hamas] dan mengakhiri seluruh aktivitas militan di sana. Ini penting untuk keamanan Israel, keamanan Mesir, penduduk Gaza, dan penduduk Palestina," tegas utusan PBB tersebut.
Dia menambahkan, "Kami harus bekerja sama dengan PA dan membantu mereka mewujudkan rencana pemulangan mereka ke Gaza."
Jalur Gaza yang merupakan rumah bagi sekitar dua juta orang telah menderita di bawah embargo Israel/Mesir yang pertama kali diberlakukan pada 2007, setelah Hamas mengambil alih wilayah pesisir dari pasukan loyalis PA.