Fatih Erel
12 Juni 2018•Update: 13 Juni 2018
Fatih Erel
JENEWA
Setidaknya 13 anak tewas pekan lalu di provinsi Idlib yang ditentang oposisi Suriah, di mana peningkatan serangan udara mengakibatkan 2,5 juta warga sipil berada dalam situasi mengerikan, kata seorang pejabat PBB pada Senin.
Serangan Kamis di desa Zardana menewaskan sembilan anak, sementara empat anak tewas dalam kekerasan besar selama akhir pekan di desa Foua dan Kafraya yang dikepung, ujar direktur regional UNICEF di Timur Tengah dan Afrika Utara, Geert Cappelaere, dalam sebuah pernyataan.
Hampir enam juta anak telah direnggut dari rumah mereka di Suriah sejak 2011, kata Cappelaere.
Koordinator kemanusiaan regional PBB untuk krisis Suriah, Panos Moumtzis, mengatakan bahwa dari 2,5 juta penduduk di Idlib, 1,2 juta orang di antaranya mengungsi.
"Pada empat bulan pertama tahun ini kita menyaksikan lebih dari 900.000 orang meninggalkan rumah mereka di Suriah," kata Moumtzis.
Idlib, yang masih di bawah kendali oposisi, pada Mei 2017 ditetapkan sebagai "zona de-eskalasi" di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.
Namun demikian, rezim Bashar al-Assad dan pasukan Rusia terus menyerang wilayah tersebut.