Hayati Nupus
15 Juni 2019•Update: 17 Juni 2019
Umar Farooq
WASHINGTON
PBB pada Jumat mengumumkan bahwa mereka akan menunda penyerahan situs-situs di Darfur ke kontrol Dewan Militer Transisi (TMC) Sudan.
Penundaan ini sebagai bentuk penolakan terhadap seruan TMC soal Operasi Hibrid PBB di Darfur (UNIMAD) untuk menyerahkan semua kamp ke Pasukan Pendukung Cepat, paramiliter Sudan yang dilaporkan membuat kelompok-kelompok milisi melakukan pelanggaran HAM.
"Kami tak punya pilihan selain menunda penyerahan situs UNAMID kepada otoritas Sudan sampai keputusan TMC dibatalkan," kata kepala penjaga perdamaian PBB Jean Pierre Lacroix.
Dewan Keamanan pada Senin mengeluarkan pernyataan yang mengutuk kekerasan di Sudan setelah Komite Sentral Dokter Sudan mengatakan setidaknya 11 orang tewas dan 20 lainnya terluka ketika Pasukan Dukungan Cepat (RSF), paramiliter faksi tentara, menembaki penduduk di negara bagian Darfur Tengah.
Demonstran Sudan memulai kampanye nasional pada Minggu agar TMC menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah sipil.
Lebih dari 100 orang terbunuh sejak 3 Juni, ketika pasukan pemerintah membubarkan aksi demonstrasi.
TMC kemudian berjanji akan membawa para pelaku ke pengadilan, dengan bersumpah bahwa mereka akan merilis hasil investigasi dalam waktu tiga hari.
Lacroix mengatakan bahwa menjaga perdamaian "bukan lagi menjadi alat paling tepat" di Sudan."