Chandni
02 April 2018•Update: 03 April 2018
Islamuddin Sajid
ISLAMABAD, Pakistan
Pemenang Nobel Perdamaian Malala Yousafzai pada Senin mengakhiri kunjungan "pulang kampungnya" ke Pakistan untuk pertama kalinya sejak diserang oleh militan Taliban pada 2012.
Televisi lokal mengatakan perempuan berusia 20 tahun itu dan keluarganya siap berangkat dari bandara Benazir Bhutto International Airport di Islamabad untuk kembali ke Inggris setelah kunjungan empat hari itu.
Keluarga Yousafzai tampak gembira dan tidak segan tersenyum kepada kamera wartawan. Mereka juga bertemu dengan pihak berwenang Pakistan dan menyampaikan terima kasih untuk sambutan hangatnya.
Pada Sabtu, Malala mengunjungi kampung halamannya, Swat. Dia juga mengunjungi rumah kerabat-kerabatnya dan bertemu dengan teman-teman sekolah.
Malala selamat dari percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh Taliban, yang menyerangnya karena gadis itu mendukung pendidikan bagi perempuan. Setelah ditembak, Malala diterbangkan ke Inggris untuk dirawat.
Kini, Malala menuntut pendidikan tinggi di University of Oxford. Pada 2014 lalu, dia menjadi penerima penghargaan Nobel Perdamaian termuda.
Aktivis HAM itu tiba di ibu kota Pakistan Jumat pekan lalu, di mana dia bertemu dengan Perdana Menteri Shahid Khaqan Abbasi.
"Pakistan sangat bangga memilikimu dan kamu adalah aset negara," kata Abbasi dalam pertemuan itu.