İqbal Musyaffa
05 Maret 2018•Update: 06 Maret 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Penerapan aturan ganjil genap di tol Jakarta-Cikampek dapat menjadi model untuk diterapkan pada ruas tol lainnya, sebut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Perluasan kebijakan tersebut, menurut Menteri Budi, bisa dilakukan apabila sistem serupa berhasil menekan kemacetan dan mendorong masyarakat lebih banyak menggunakan bus dari gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur menuju Jakarta.
“Kebijakan ini bisa diterapkan di pintu tol Pondok Gede. Selanjutnya bisa di ruas tol Bogor, Depok, dan Tangerang,” ujar Menteri Budi di Jakarta, Senin.
Menteri Budi mengatakan telah berdiskusi dengan Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono apabila jumlah kendaraan semakin besar di Gerbang Tol Pondok Gede, maka kebijakan ini dalam waktu dekat akan diduplikasi.
“Kita melakukan kajian hati-hati berdasarkan data,” ujar Menteri Budi.
Selain itu, Menteri Budi juga membuka kemungkinan penerapan ganjil genap di gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur arah Jakarta akan dibuat pagi dan sore. Saat ini kebijakan tersebut baru berlaku pada pagi hari jam 06.00-09.00.
“Kalau berhasil mengurai kemacetan, bisa dilakukan sepanjang hari," ujar dia.
Menteri Budi berharap kebijakan tersebut bisa membuat sarana transportasi umum menjadi prioritas masyarakat. Setidaknya, dia menargetkan sebanyak 50 persen masyarakat pengguna tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur bisa beralih ke transportasi umum.
“Itu akan sangat signifikan mengurai kemacetan. Baru nanti pada saatnya bisa beralih ke LRT,” tambah Menteri Budi.
Kebijakan ini, menurut dia lagi, bersifat elastis dan bisa dievaluasi kapan saja berdasarkan kondisi yang terjadi di lapangan, karena masih menjadi model kebijakan yang pertama.