Muhammad Nazarudin Latief
21 Juni 2018•Update: 21 Juni 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Pemerintah menjelaskan integrasi tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) bertujuan untuk meningkatkan pelayanan pada pengguna jalan.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiyadi mengatakan integrasi ini membuat pengguna hanya satu kali saja melakukan pembayaran tol.
"Jadi bukan untuk meningkatkan pendapatan BUJT (Badan Usaha Jalan Tol)," ujar dia di Jakarta, Kamis.
Sebelumnya pemerintah akan menerapkan kebijakan satu tarif untuk TOL JORR. Penyatuan tersebut akan berlaku untuk Seksi W1 (Penjaringan-Kebon Jeruk), Seksi W2 Utara (Kebon Jeruk-Ulujami), Seksi W2 Selatan (Ulujami-Pondok Pinang), dan Seksi S (Pondok Pinang-Taman Mini), Seksi E1 (Taman Mini-Cikunir).
Kebijakan tersebut juga akan berlaku ke Seksi E2 (Cikunir-Cakung), Seksi E3 (Cakung-Rorotan), Jalan Tol Akses Tanjung Priok Seksi E-1, E-2, E-2A, NS (Rorotan-Kebon Bawang), dan Jalan Tol Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami.
Dengan penyatuan tarif tersebut nantinya kendaraan golongan I akan dikenakan biaya tol sebesar Rp15ribu dan golongan II dan III sebesar Rp22.500. Sedangkan untuk kendaraan golongan IV dan V akan dikenakan tarif sebesar Rp30 ribu.
Menurut Arie, integrasi tol JORR ini memang membuat tarif tol naik dan turun. Pengguna yang terdampak kenaikan tarif adalah mereka dengan jarak tempuh dekat. Sementara bagi mereka dengan jarak tempuh jauh justru mengalami penurunan tarif.
Arie menambahkan, integrasi ini dilakukan karena sistem lama membuat antrean di jalur utama karena barrier gate, terutama di gerbang Kayu Besar, Meruya Utama, Meruya Utama I, Rorotan dan Semper Utama.
"Dengan integrasi akan membuat hanya ada satu kali transaksi. Jadi antrean di pintu-pintu bisa hilang," ujar dia.
Ketua Yayasan Layanan Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengatakan pada dasarnya integrasi akan memangkas beberapa gerbang, sehingga memangkas lamanya transaksi antrean. Banyaknya transaksi diakui bisa menghambat lajunya kendaraan.
Menurut dia, konsekuensinya pengelola tol harus meningkatkan pelayanan karena memberatkan pengguna jarak pendek dan menguntungkan pengguna jarak jauh.