Aamir Latif
KARACHI, Pakistan
Pemimpin populis Pakistan, Imran Khan, dengan partai Tehreek-e-Insaf (PTI) yang muncul sebagai satu-satunya partai yang merebut suara terbesar pada pemilihan umum 25 Juli lalu, kini berjuang untuk mengumpulkan suara mayoritas di parlemen untuk membentuk pemerintahan.
Menurut penghitungan final, PTI dan sekutu-sekutunya masih kekurangan 10 kursi untuk membentuk pemerintahan dengan suara mayoritas.
PTI telah mengamankan 115 dari 272 kursi di Majelis Nasional, diikuti oleh Liga Muslim Pakistan (PML-N) yang didirikan oleh mantan perdana menteri yang dipenjara, Nawaz Sharif, dan Partai Rakyat Pakistan yang berhaluan tengah-kiri dengan masing-masing 64 dan 43 kursi. Aliansi lima partai keagamaan Muttehida Majlis Amal (MMA) hanya bisa memenangkan 11 kursi.
Partai-partai lain, termasuk Muttahida Qaumi Movement-Pakistan (MQM-P) memenagkan enam kursi, Pakistan Muslim League-Quaid (PML-Q) dengan lima kursi, Grand Democratic Alliance (GDA) dengan dua kursi dan Balochistan National Party (BNP) dengan dua kursi; Awami Muslim League (AML), Awami National Party (ANP) dan Balochistan Awami Party (BAP) masing-masing hanya memenangi satu kursi.
Kandidat-kandidat independen di seluruh negeri memenangi 14 kursi.
Semua partai pemenang menyediakan sekitar 70 kursi untuk wanita dan agama minoritas, sesuai dengan rasio kursi masing-masing.
Karena PTI telah menolak kemungkinan bergabung dengan PML-N, PPP dan MMA, saat ini mereka berusaha membujuk partai-partai yang lebih kecil dan kandidat independen untuk bergabung dalam membentuk pemerintahan.
Permainan angka semakin ketat
Namun perhitungan ini sepertinya tidak akan berhasil dilakukan calon perdana menteri ini, setidaknya untuk saat ini.
Untuk alasan kepraktisan, kursi untuk PTI dihitung sebanyak 109; karena Khan memenangi lima kursi dan dua anggota senior dari partainya berhasil menang dua kursi di pemilu pada pekan lalu. Mereka hanya bisa memilih satu kali dalam pengambilan suara untuk memilih perdana menteri.
Pun begitu, sekutu Khan dari PML-Q berhasil memenangi lima kursi, tapi pemimpin dan mantan Wakil Perdana Menteri Chaudhry Perwaiz Illahi berhasil memenangi dua kursi, yang artinya satu suara lagi hilang untuk Khan.
PTI membutuhkan 172 kursi di parlemen beranggotakan 342 orang tersebut -- 272 kursi umum dan 70 kursi minoritas -- untuk membetuk pemerintah dengan suara mayoritas minimal. PTI mungkin bisa mengamankan 29 dari 70 kursi minoritas, yang menjadikan total suara yang diamankan PTI menjadi 144 (115 kursi umum dan 29 kursi minoritas), yang berarti 138 suara dalam pemilihan perdana menteri.
Meskipun PTI berhasil mengumpulkan dukungan dari ke-14 kandidat independen, PML-Q (4), Grand Democratic Alliance (2), BNP (2), AML(1), dan BAP (1), total angka hanya mencapai 162, artinya masih kurang 10 kursi dari suara mayoritas minimum yang harus diraihnya.
MQM (6) dan ANP (1) sejauh ini telah menolak bergabung dengan PTI, namun kalaupun mereka akhirnya mendukung Khan, dia masih akan membutuhkan tiga kursi lagi.
Beberapa analis berkata PTI tak punya pilihan lain selain berbicara dengan partai politik mainstream untuk membentuk pemerintahan yang stabil, meski sebelumnya sudah menolak melakukannya.
"Meski PTI berhasil membentuk pemerintahan dengan suara mayoritas, pemerintahannya akan lemah dan penuh kompromi, mencoba membuat semua [partai-partai kecil dan independen] senang," kata Salman Ghani, komentator politik di Lahore, kepada Anadolu Agency.
"Karena koalisi dengan PML-N dan MMA tidak memungkinkan karena banyak alasan, lebih baik PTI berbicara dengan PPP untuk membentuk pemeritahan yang kuat," imbuh Ghani.
Skenario kursi provinsi
PTI muncul sebagai satu-satunya partai dengan representasi di keempat provinsi di Pakistan.
Di Punjab, PTI bersaing ketat dengan PML-N; kedua partai mengklaim meraih suara mayoritas di provinsi terbesar dan basis politik negara tersebut.
PTI menguasai 123 dari 297 kursi umum di majelis provinsi; PML-N meraih lebih banyak kursi, 127. Namun PTI berhasil meraih suara mayoritas minimal di majelis provinsi dengan 138 kursi setelah beberapa kandidat bergabung dengan PTI di beberapa hari terakhir. Mereka juga mendapatkan dukungan dari PML-Q, yang meraih enam kursi majelis provinsi.
PML-N mendapatkan dukungan dari enam kandidat PPP; namun sekitar 28 kandidat independen, kebanyakan kemungkinan bergabung dengan PTI.
PTI dengan mulus menguasai suara mayoritas di Provinsi KhyberPakhtunkhwa. PPP akan membenteuk pemerintahan di Provinsi Sindh di sebelah selatan Pakistan dengan suara mayoritas, sementara Provinsi Balochistan di sebelah barat daya akan dipimpin oleh pemerintahan koalisi.
news_share_descriptionsubscription_contact

