Pizaro Gozali Idrus
29 Februari 2020•Update: 02 Maret 2020
Pizaro Gozali Idrus
KUALA LUMPUR, Malaysia
Kelompok pemuda Muslim Malaysia pada Jumat mengkritik pemerintah India yang diam dan gagal mengendalikan kekerasan terhadap Muslim di Delhi.
Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) melihat situasi ini sebagai kegagalan pemerintah India untuk melindungi keselamatan warganya sendiri.
“Pihak berwenang telah gagal mengendalikan kerusuhan para ekstremis agama yang menargetkan rumah-rumah dan tempat-tempat ibadah Muslim,” ujar Sekjen ABIM Mohammad Fazril Mohd Salleh di Kuala Lumpur
Mohammad Fazril mengatakan bagaimana mungkin India sebagai negara besar dengan sumber daya manusia dan kapasitasnya yang besar gagal melindungi warganya sendiri.
“Tidak mungkin pasukan keamanan India menjadi sangat lemah untuk membiarkan pertumpahan darah ini terjadi,” ujar Mohammad Fazril.
Mohammad Fazril mengatakan ABIM menolak undang-undang terbaru tentang kewarganegaraan yang jelas-jelas tidak adil dan menindas segmen tertentu dari populasi India.
Menurut Fazril, politisi Bharatiya Janata Party seperti Kapil Mishra, Anurag Thakur, Abhay Verma dan Parvesh Verma telah menyebarkan pidato kebencian yang memperburuk situasi.
ABIM menyerukan kepada masyarakat internasional untuk menekan pemerintah India menghentikan aturan hukum yang menindas warganya.
ABIM juga mendesak Perdana Menteri Sementara Malaysia Mahathir Mohamad bersuara atas masalah global ini.