Ekip
29 Juni 2022•Update: 30 Juni 2022
ISTANBUL
Pengadilan pidana Mesir pada Selasa menjatuhkan hukuman mati pada 10 narapidana dari kelompok Ikhwanul Muslimin atas tuduhan melakukan serangan terhadap polisi dan fasilitas umum dalam kasus yang dikenal sebagai Brigade Helwan.
Pengadilan dipimpin oleh Mohammed Shireen Fahmy dan memasukkan hukuman in absentia terhadap Yahya Moussa, seorang pemimpin Ikhwanul Muslimin, menurut kantor berita pemerintah Mesir.
Para terpidana dinyatakan bersalah membunuh polisi, melakukan sabotase, kekerasan dan penggunaan kekerasan, menurut pengadilan.
Menurut hukum Mesir, semua hukuman di Pengadilan Kriminal Keamanan Negara Darurat adalah final tetapi Presiden Abdel Fattah al-Sisi memiliki kekuasaan untuk mengurangi atau menghapusnya.
Menyusul penggulingan mantan Presiden Mohamed Morsi pada 2013, otoritas Mesir diketahui menganiaya anggota dan pemimpin Ikhwanul Muslimin dan melarang aktivitas kelompok itu.