Aamir Latif
KARACHI, Pakistan
Ini adalah kedua kalinya seorang uskup agung dari Pakistan bergabung dengan hirarki tertinggi Gereja Katolik dan menjadi kardinal, sebuah acara yang juga dirayakan oleh komunitas Kristen dan mayoritas Muslim di negara itu.
Uskup Agung Joseph Coutts dari Gereja Katolik Karachi adalah salah satu dari 14 uskup agung, yang diangkat ke pangkat kardinal oleh Paus Fransiskus di Basilika St. Peter, Vatikan pada hari Rabu.
Dia adalah warga Pakistan kedua yang diberikan status ini setelah Kardinal Joseph Cordeiro, yang diangkat pada tahun 1973.
Coutts merupakan seorang doktor filsafat yang dapat berbicara beberapa bahasa asing, telah secara aktif terlibat dalam dialog antar agama dengan para sarjana Muslim di negara tersebut.
"Ini benar-benar momen bersejarah dan diberkati bagi umat Katolik Pakistan," Pamela Romail, seorang guru bahasa Inggris di Sekolah Saint Paul yang terkenal di Karachi, bercerita kepada Anadolu Agency.
Penunjukan Coutts, katanya, tidak hanya akan membantu komunitas Kristen lokal dalam banyak hal tetapi juga akan mengirim pesan positif tentang Pakistan kepada dunia.
“Pakistan sering digambarkan sebagai negara tanpa kebebasan beragama dalam hal minoritas. Tetapi pengangkatan Bapa Coutts, yang merupakan orang yang sangat rendah hati dan aktif terlibat dalam dialog antar agama, akan menunjukkan Pakistan yang sebaliknya kepada dunia, ”kata Pamela.
Dia mengatakan, pengangkatan Coutts akan membantu masalah agama dan komunitas umat diprioritaskan oleh Katolik Pakistan.
“Beberapa hal yang berkaitan dengan umat Katolik Pakistan dikirim ke Vatikan tetapi selalu ada masalah prioritas karena kelebihan korespondensi dari seluruh dunia. Tetapi sekarang, itu seperti anggota keluarga yang duduk di sana untuk bekerja untuk menyelesaikan masalah berdasarkan prioritas," kata dia.
Faheem Fredrick, seorang wartawan lokal, berkata: “Biasanya, para kardinal ditunjuk dari Eropa atau negara-negara mayoritas Kristen di dunia. Tapi kali ini, seorang kardinal telah ditunjuk dari negara minoritas Kristen, yang telah mendorong seluruh komunitas untuk merayakannya ”.
"Ini memang akan memberitahu dunia betapa aktif dan independennya komunitas Kristen Pakistan," katanya.
Dalam hierarki Gereja Katolik, para kardinal berdiri setelah paus. Salah satu tanggung jawab utama para kardinal adalah memilih seorang paus baru ketika posisinya kosong.
Umat Kristen adalah minoritas terbesar di Pakistan, yang berjumlah tiga persen dari total populasi negara itu, sebesar 210 juta. Mayoritas berada di Punjab, provinsi terbesar dan terkaya di negara itu.
Dukungan dari partai-partai agama
Partai-partai agama arus utama di negara itu juga menyambut baik penunjukan Coutts.
“Seluruh negeri menyambut pengangkatan seorang kardinal dari Pakistan. Ini sama saja dengan mengakui umat Kristen Katolik yang telah melayani di negara ini,” Asadullah Bhutto, wakil kepala Jamat-e-Islami, mengatakan kepada Anadolu Agency.
"Coutts telah lama terlibat dalam dialog antar agama, dan peningkatannya akan semakin mendorong upaya untuk mempromosikan kerukunan beragama di negara ini," kata Bhutto, mantan anggota parlemen dan kepala sayap minoritas agama partainya.
Qari Usman, pemimpin pusat dari partai agama lain, Jamiat Ulema-e-Islam (JUI), mengucapkan selamat kepada komunitas Katolik pada pengangkatan Coutts sebagai kardinal, menyebutnya sebagai sebuah "kehormatan untuk Pakistan".
“Komunitas Kristen telah lama berkontribusi pada pembangunan negara. Pihak saya sepenuhnya mengakui pelayanan mereka, dan akan selalu berdiri di samping mereka setiap jam,” kata Usman kepada Anadolu Agency.
Menteri Agama Muhammad Yusuf Shaikh, yang memimpin delegasi Pakistan ke upacara di Vatikan, juga menyambut baik kenaikan Uskup Agung Coutts.
“Pengangkatan Uskup Agung Joseph Coutts adalah suatu kehormatan bagi seluruh bangsa,” sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Pakistan mengutip ucapan Syaikh.
"Pakistan berkomitmen untuk menjalin hubungan baik dengan Tahta Suci," tambahnya.
news_share_descriptionsubscription_contact


