Maria Elisa Hospita
31 Desember 2018•Update: 31 Desember 2018
SM Najmus Sakib
DHAKA, Bangladesh
Berdasarkan hasil sementara, Partai Awami League yang dipimpin oleh Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina memenangkan pemilihan parlemen pada Minggu.
Hasil perolehan suara yang diumumkan oleh televisi lokal menunjukkan bahwa aliansi pimpinan partai yang berkuasa itu memenangkan 281 dari 299 kursi, membawa kemenangan ketiga kalinya untuk Hasina, yang memimpin Bangladesh sejak tahun 2008.
Awamu League sendiri memperoleh 259 kursi, dan sekutunya, Jatya Party memenangkan 22 kursi, sementara oposisi utama Bangladesh Nationalist Party (BNP) hanya mengamankan enam kursi.
Untuk membentuk pemerintahan di Bangladesh, sebuah partai membutuhkan 151 dari 350 kursi parlemen. 300 anggota parlemen dipilih secara langsung dan 50 kursi disediakan untuk perempuan.
Usai pemungutan suara, aliansi oposisi utama yang dipimpin BNP menolak hasil pemilu dan menuding adanya praktik kecurangan, yang kemudian dibantah oleh pemerintah.
Sementara itu, Kamal Hossain, ketua oposisi Aliansi Nasional (Jatiyo Oikyafront) mengatakan bahwa pemilu itu "hinaan" dan menuntut komisi pemilihan umum untuk membatalkannya.
Menurut Hossain, kandidat mereka di 100 dari 298 daerah pemilihan dicoret dari pemilu. Selain itu, Hossain mengatakan anggota dan pendukung partai Awami League juga memanipulasi surat suara.
Beberapa partai oposisi kecil lainnya, termasuk Islami Andolan Bangladesh dan Ganosamhati Andolon yang berhaluan kiri, juga memboikot pemilu.
Voting secara resmi berakhir pada Minggu pukul 16.00 waktu setempat (1000GMT).