Rhany Chairunissa Rufinaldo
04 September 2019•Update: 05 September 2019
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menderita kekalahan dalam pemungutan suara di parlemen pada Rabu.
Kekalahan itu memberikan anggota Dewan Perwakilan kendali atas urusan parlemen, di mana mereka diperkirakan akan mendorong pengesahan undang-undanguntuk menggagalkan upaya Brexit tanpa kesepakatan.
Pemerintah hanya menerima 301 suara, sementara 328 anggota parlemen termasuk lebih dari 20 anggota parlemen Tory mendukung mosi.
Anggota parlemen akan menggunakan kesempatan itu untuk meloloskan RUU yang akan melarang Brexit tanpa kesepakatan pada tanggal 31 Oktober jika pemerintah gagal mencapai kesepakatan dengan Uni Eropa pada batas waktu tersebut.
Johnson meminta anggota parlemen dari partainya untuk memberikan suara menentang mosi pada Selasa dan mengancam tidak akan memilih mereka jika menolak mematuhi perintah.
Inggris akan meninggalkan Uni Eropa pada 31 Oktober setelah mengalami dua kali penundaan.
Jika RUU ini disahkan pada Rabu, Brexit akan kembali mengalami penundaan untuk ketiga kalinya.