Rhany Chairunissa Rufinaldo
18 April 2019•Update: 18 April 2019
Ibrahim Saleh, Arif Yusuf dan Ali Jawad
BAGHDAD
Perdana Menteri Irak Adil Abdul-Mahdi mengadakan pembicaraan dengan Raja Saudi Salman bin Abdulaziz di Riyadh pada Rabu, di mana kedua pemimpin menekankan perlunya peningkatan hubungan, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Perdana Menteri Irak.
"Kunjungan Abdul-Mahdi ke Riyadh mencerminkan keinginan pemerintah Irak untuk meningkatkan hubungan dengan kerajaan Saudi di semua bidang," kata pernyataan itu.
Pertemuan itu juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting Saudi, termasuk anggota keluarga kerajaan, pejabat dan pengusaha.
Sementara itu, Raja Salman menyuarakan kepuasannya dengan perkembangan dan stabilitas yang baru-baru ini terlihat di Irak.
Sebelum berangkat ke Riyadh pada Rabu pagi, Abdul-Mahdi mengatakan kepada wartawan bahwa Irak sedang mempersiapkan perubahan besar dalam hubungan formalnya dengan Arab Saudi.
Hubungan Irak dengan kerajaan kaya minyak itu ditangguhkan setelah invasi Kuwait 1990.
Kerenggangan itu kemudian dipulihkan setelah invasi AS ke Irak pada 2003, tetapi hubungan Baghdad dengan Iran, yang merupakan saingan berat Riyadh di wilayah tersebut, membuat hubungan keduanya tetap dingin.
Hubungan Irak-Saudi membaik selama periode pemerintahan mantan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi dari 2014 hingga 2018.
Awal bulan ini, Arab Saudi akhirnya membuka kembali konsulatnya di Baghdad.