ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Rabu melanjutkan upaya diplomatiknya untuk mendorong gencatan senjata atas perang Rusia-Ukraina dengan menyambut kunjungan presiden Polandia di ibu kota Ankara.
Dalam konferensi pers bersama di ibu kota Ankara, Erdogan dan Presiden Polandia Andrzej Duda membahas hubungan bilateral, Andrzej menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Erdogan karena "berbagi semua pengetahuan" tentang masalah menampung para migran.
"Turki adalah negara yang sangat penting di kawasan itu. Ia telah memberikan banyak kontribusi dan memainkan peran besar bagi perdamaian," kata presiden Polandia itu setelah pertemuan kedua pemimpin itu.
"Topik paling penting" dalam diskusi mereka adalah perang Rusia-Ukraina, kata Duda.
"Saya tahu betapa kerasnya dia (Erdogan) mencoba untuk memastikan bahwa perdamaian berdiri," ujar dia.
Turki berkontribusi dan memainkan peran besar untuk pembangunan perdamaian, kata presiden Polandia.
Dia juga meminta organisasi internasional untuk bergabung dalam upaya memulihkan perdamaian di Ukraina.
Ada banyak peluang dan kapasitas besar untuk memajukan hubungan bilateral kedua negara, kata Duda.
"Kami telah menegaskan kembali bahwa kami berharap volume perdagangan kami akan melebihi angka USD10 miliar."
Mengenai kerja sama pertahanan, Duda mengatakan, "Saya sangat yakin bahwa kami akan semakin memperkuat kerja sama kami (dalam bidang ini)."
Sementara itu, Erdogan mengatakan, "Sebagai dua sekutu NATO, kami telah bertukar pandangan (tentang masalah Ukraina)."
"Kami terus terlibat dalam diplomasi yang intens. Kami akan mempertahankan konsultasi dan kerja sama kami dengan Polandia dalam proses ini," kata presiden Turki.
Erdogan mengatakan dia akan melanjutkan komunikasi tentang perang yang sedang berlangsung pada pertemuan puncak para pemimpin NATO yang akan datang di Brussels pada 24 Maret.
"Turki melanjutkan upayanya untuk mencapai gencatan senjata [di Ukraina]," kata presiden, menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu melakukan pembicaraan di Moskow pada Rabu, dan dia akan pergi ke Ukraina pada Kamis.
Turki dan Polandia akan membentuk dewan kemitraan strategis tingkat tinggi untuk lebih memperkuat hubungan bilateral, imbuh Erdogan.
"Kami juga senang dengan peningkatan hubungan bilateral di industri pertahanan."
Turki memiliki "kerja sama yang erat dengan Polandia dalam isu-isu regional dan platform multilateral.
Erdogan menyatakan keyakinan bahwa "sikap positif dan dukungan dari teman-teman Polandia kami akan berlanjut untuk pengembangan hubungan Turki-Uni Eropa (UE)."
Setidaknya 726 warga sipil telah tewas sejauh ini di Ukraina dan 1.174 terluka, menurut perkiraan PBB, dengan jumlah korban sebenarnya diyakini lebih tinggi, terutama di wilayah yang tetap di bawah kendali pemerintah Ukraina.
Lebih dari 3 juta pengungsi telah melarikan diri ke negara-negara tetangga, menurut badan PBB.