Nani Afrida
13 Agustus 2019•Update: 13 Agustus 2019
BERLIN
Polisi di Jerman dengan cepat menangkap seorang pria di sebuah stasiun kereta api karena meneriakkan cercaan rasial pada dua wanita dan berusaha menyerang mereka karena mereka berbicara dalam bahasa asing, kata pihak berwenang Senin.
Tersangka yang berusia 37 tahun itu pertama-tama mengancam para wanita itu dan meminta mereka berbicara dalam bahasa Jerman di antara mereka sendiri dan bukan Turki dan kemudian mencoba menyerang mereka dengan benda logam di stasiun di distrik Wittenau, Berlin, Minggu malam, kata Polisi Federal dalam sebuah pernyataan. .
Tersangka, yang tampaknya di bawah pengaruh alkohol, dihentikan oleh sekelompok orang di stasiun dan kemudian ditangkap oleh petugas polisi, menurut pernyataan itu.
Polisi melakukan investigasi terhadapnya dengan tuduhan pelecehan dan berusaha mencelakakan tubuh.
Ini adalah insiden terbaru dalam serangkaian serangan xenophobia di ibu kota dalam beberapa bulan terakhir yang menargetkan orang-orang berpenampilan asing, termasuk wanita Muslim dengan jilbab dan Yahudi yang mengenakan kippah.
Jerman telah mengalami peningkatan xenophobia dan kebencian anti-migran dalam beberapa tahun terakhir, dipicu oleh propaganda kelompok neo-Nazi dan partai sayap kanan Islamofobia Alternatif untuk Jerman (AfD).
Setiap hari, setidaknya tiga orang menjadi korban kekerasan rasis atau xenophobia di negara itu, kata organisasi hak asasi manusia