Maria Elisa Hospita
10 Agustus 2020•Update: 11 Agustus 2020
Cindi Cook
PARIS (AA) -- Presiden Prancis Emmanuel Macron memimpin konferensi virtual donor internasional untuk mempercepat pengiriman bantuan ke ibu kota Lebanon, Beirut, yang menderita kerusakan parah akibat dua ledakan dahsyat pekan lalu.
"Sebanyak 250 juta euro (USD294,5 juta) dijanjikan oleh semua negara pendonor. Prancis mengumumkan akan menyumbangkan EUR30 juta," kata Istana Elysee.
Dua ledakan besar mengguncang Pelabuhan Beirut pada Selasa pekan lalu setelah 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di gudang di sana terbakar.
Guncangan akibat ledakan itu tercatat sebesar 3,5 SR.
Sedikitnya 158 orang tewas, sekitar 6.000 orang terluka, dan 300 ribu lainnya kehilangan tempat tinggal.
Sejumlah warga Prancis juga turut menjadi korban ledakan itu, dua meninggal dan 19 luka-luka.
Lebanon tengah menghadapi krisis ekonomi sejak akhir tahun lalu.
Selama dua hari berturut-turut, para demontran antipemerintah turun ke jalan-jalan untuk berunjuk rasa.
"Pemerintah Lebanon kini berupaya keras agar Lebanon tidak semakin terpuruk sekaligus memenuhi aspirasi yang diungkapkan rakyat Lebanon," kata Macron saat membuka konferensi.
Rabu lalu, Prancis telah mengirim dua pesawat militer bermuatan peralatan medis seberat 18 ton dan bantuan makanan 700 ton ke Beirut.