Megiza Soeharto Asmail
14 Desember 2018•Update: 14 Desember 2018
Yusuf Ozcan
PARIS
Pengunjuk rasa Rompi Kuning pada Kamis bersumpah untuk mengadakan demonstrasi di Prancis pada hari Sabtu.
Berbicara pada konferensi pers di ibu kota Paris, Maxime Nicolle, salah satu tokoh terkemuka gerakan Rompi Kuning, mengatakan mereka akan mengadakan protes meskipun ada peringatan dari pemerintah untuk berhenti setelah penembakan di Strasbourg.
Priscilla Ludosky, juru bicara gerakan itu, mengatakan warga kelelahan karena beban pajak yang besar.
Sejak 17 November, ribuan demonstran mengenakan rompi kuning terang - dijuluki Rompi Kuning - telah berkumpul di kota-kota besar Prancis, termasuk ibu kota Paris, untuk memprotes kenaikan pajak bahan bakar kontroversial Macron dan situasi ekonomi memburuk.
Para demonstran, yang umumnya tinggal di daerah pedesaan karena harga sewa yang tinggi di kota-kota, telah meminta Macron untuk memotong pajak bahan bakar dan mengurangi kesulitan ekonomi mereka.
Menurut survei baru-baru ini, 84 persen orang Prancis - kebanyakan dari kelompok berpendapatan menengah - mendukung protes.
Harga bahan bakar di Prancis telah meningkat lebih dari 20 persen tahun ini.
Protes Rompi Kuning dimulai di Perancis tetapi menjalar ke negara-negara Eropa lainnya termasuk Brussels dan Belanda.