Hajer M'tiri
16 Januari 2018•Update: 16 Januari 2018
Hajer M'tiri
PARIS
Hakim penyelidik menutup investigasi terhadap tuduhan pemerkosaan anak yang dilakukan prajurit Prancis yang bertugas menjaga kedamaian di Republik Afrika Tengah (CAR) pada 2013 dan 2014, lapor media setempat pada Senin.
Menurut stasiun radio Europe 1, hakim berkesimpulan tidak ada cukup bukti yang menunjukkan para prajurit melakukan tindakan tersebut. Keputusan ini menyusul permohonan jaksa penuntut tahun lalu agar kasus ini ditutup.
Jaksa penuntut Prancis pertama menyelidiki dugaan ini pada Mei 2015 setelah pemerintah CAR mengatakan akan mengambil jalur hukum terhadap 14 tentara yang dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap enam anak-anak.
Kementerian Pertahanan Prancis pada waktu itu juga mengatakan sudah memulai proses investigasi terhadap tuduhan pemerkosaan yang pertama muncul pada Juli 2014.
Kasus itu mencuat di hadapan publik ketika diliput oleh koran Inggris The Guardian pada 29 April 2015, yang mengacu pada laporan rahasia PBB terkait pelecehan seksual yang dilakukan oleh pasukan Prancis di CAR.
Tindakan pelecehan itu terjadi pada musim panas 2014 dan melibatkan pemerkosaan sejumlah anak-anak kurang mampu di CAR, menurut laporan tersebut.
Prancis mengakhiri misi Sangaris pada Oktober 2016 dan menarik pulang sebagian besar dari 2.000 prajurit mereka. Hanya 350 personel militer Prancis yang masih berada di sana untuk membantu misi stabilisasi PBB di CAR (MINUSCA).