BRUSSELS
Presiden Dewan Eropa Charles Michel pada Jumat membahas perang di Ukraina dengan Presiden Rusia Vladimir Putin melalui telepon.
“(Saya) dengan tegas menegaskan kembali posisi UE: dukungan kami untuk Ukraina dan kedaulatannya, serta kecaman dan sanksi atas agresi Rusia,” kata Michel di Twitter tentang percakapan mereka.
Dia mengatakan dirinya “sangat mendesak untuk akses kemanusiaan segera dan perjalanan yang aman dari Mariupol dan kota-kota terkepung lainnya pada lebaran Paskah Ortodoks.”
Michel juga menekankan “kesatuan, prinsip, dan nilai-nilai UE tidak dapat diganggu gugat.”
Menurut seorang pejabat Uni Eropa (UE), para pemimpin melakukan “percakapan substantif” di mana Michel “menegaskan kembali posisi UE dengan cara yang blak-blakan dan langsung.”
Michel menekankan "perang Rusia tidak dapat diterima," yang merupakan "agresi disengaja dan pelanggaran hukum internasional," kata pejabat UE.
Menurut sumber UE, Michel juga meminta Putin untuk terlibat langsung dengan mitranya dari Ukraina atas permintaan Presiden Volodymyr Zelenskyy.
Pada Rabu, Michel berkunjung ke Kyiv dan bertemu dengan Zelenskyy.
Michel dan Putin juga membahas perkembangan terakhir di Kaukasus Selatan, dan kesediaan Armenia dan Azerbaijan “untuk bergerak cepat menuju kesepakatan damai,” kata pejabat Uni Eropa itu.
Uni Eropa telah mengalokasikan EUR1,5 miliar (sekitar USD1,6 miliar) dalam dukungan militer untuk Ukraina dan mengadopsi lima paket sanksi sejak awal perang pada 24 Februari.
Orang-orang yang menjadi sasaran tindakan pembatasan blok itu di antaranya termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov, beberapa oligarki, dan perwira militer.
Uni Eropa juga telah melarang impor batu bara dan ekspor barang-barang mewah ke Rusia, dan mengecualikan bank-bank Rusia dan Belarus dari sistem perbankan internasional SWIFT.