ANKARA
Turki bertekad untuk lebih memperdalam hubungan bilateral dengan Malaysia, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Kamis.
"Kami memajukan hubungan bilateral kami dari tingkat kemitraan strategis ke kemitraan strategis yang komprehensif," kata Erdogan pada konferensi pers bersama Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Bin Yaakob setelah pertemuan bilateral mereka di ibu kota Ankara.
Dalam pertemuan itu, Erdogan mengatakan, "Kami membahas secara komprehensif hubungan kami di berbagai bidang seperti ekonomi, investasi, dan perdagangan, serta industri pertahanan, teknologi, kesehatan, pendidikan, dan komunikasi.”
Malaysia adalah mitra dagang terbesar Turki di kawasan ASEAN, kata presiden, seraya menambahkan meski ada pandemi, volume perdagangan antara kedua negara pada tahun 2021 meningkat 50 persen dan melampaui USD3,5 miliar.
Kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam menghadapi tantangan saat ini seperti ketahanan pangan, energi, lingkungan dan perubahan iklim.
“Kami berencana untuk melakukan studi bersama tentang peluncuran vaksin domestik kami TURKOVAC di Malaysia, transfer teknologi vaksin dan pengembangan bersama vaksin,” kata Erdogan.
Presiden Turki mengatakan bahwa isu-isu global juga dibahas dalam pertemuan tersebut.
"Kami juga membahas isu-isu, termasuk krisis Rohingya dan Islamofobia, yang terkait erat dengan dunia Islam," tambah dia.
Kedua pihak juga menyatakan tekad untuk semakin melanjutkan solidaritas di forum internasional, termasuk PBB, Organisasi Kerjasama Islam (OKI), dan D-8, tambah Erdogan.
Sebanyak tujuh kesepakatan ditandatangani antara kedua negara di bidang industri pertahanan, teknologi, kesehatan, pariwisata kesehatan, dan komunikasi.
Sementara itu, Ismail mengatakan Malaysia dan Turki sedang dalam tahap akhir untuk memperluas cakupan perjanjian perdagangan bebas mereka.
Ismail pada Selasa tiba di Turki dan melakukan berbagai kunjungan di Istanbul di mana dia bertemu dengan komunitas Malaysia dan pengusaha Turki, dan mengunjungi Bandara Sabiha Gokcen di Istanbul yang dimiliki dan dikelola oleh Malaysia Airports Holdings Bhd.
Ini adalah kunjungan pertama Ismail ke Turki sebagai kepala eksekutif Malaysia.
Kedua negara juga menyepakati kesepakatan media dan komunikasi yang ditandatangani oleh Direktur Komunikasi Turki Fahrettin Altun dan Menteri Luar Negeri Malaysia Dato' Sri Saifuddin bin Abdullah.