Lokman Ilhan
13 Oktober 2017•Update: 13 Oktober 2017
Lokman Ilhan
BOGOTA
Presiden Kolombia Juan Manuel Santos memberikan pernyataan terkait pemilihan gubernur di Venezuela yang akan diadakan 15 Oktober mendatang.
Meski Kolombia tidak mengakui pemilihan majelis umum yang diadakan di Venezuela pada Juli lalu demi mengatur ulang undang-undang dasar, Santos menyerukan rakyat Venezuela untuk menggunakan hak suara.
“Saya tetap menyerukan seluruh rakyat Venezuela untuk datang ke tempat-tempat pemilihan suara,” ujar Santos dalam konferensi pers di Istana Negara Casa de Narino di Bogota.
Pemilihan gubernur di Venezuela sebelumnya ditunda oleh Dewan Pemilihan Nasional Venezuela (CNA) pada tahun 2016 lalu.
Ketegangan dalam Hubungan Kolombia dengan negara tetangganya Venezuela dimulai sejak Oktober tahun lalu saat pesawat penumpang Avianca milik Kolombia berada di wilayah diintimidasi oleh jet perang Venezuela.
Bulan Maret lalu sekelompok tentara Venezuela melewati perbatasan Kolombia dan mendirikan kamp di atas tanah Kolombia. Tentara-tentara tersebut kembali ke negaranya seteah mendapat reaksi keras dari Kolombia.
Kemudian 11 negara Amerika Latin, termasuk Kolombia, mengintensifkan kritik terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro setelah Mahkamah tinggi di Venezuela mengambil wewenang kongres dari tangannya, yang kala itu juga mendapat protes keras dari partai oposisi.
Selanjutnya, pada April, Maduro menuduh Santos mencampuri urusan dalam negeri Venezuela dan mengancam akan membeberkan rahasia-rahasia perundingan perdamaian Kolombia dengan Pasukan Revolusioner Colombia (FARC).
Setelah diumumkannya pencopotan Jaksa Agung oleh Majelis Konstitusi Venezuela yang kemudian melarikan diri ke Kolombia bulan Agustus lalu, Santos mengatakan, akan memberi hak suaka untuk Jaksa Agung Luisa Ortega Diaz jika dia mengajukan permohonan hak suaka.
Pada bulan yang sama Venezuela mengehentikan tayangan dua stasiun televisi asal Kolombia, Caracol TV dan RCN, yang diikuti oleh penghentian siaran stasiun radio asal Kolombia.
Terakhir, enam hakim oposisi Venezuela yang tidak diakui dan diancam dikabarkan akan ditangkap oleh Pemerintah, kini juga mencari suaka ke Kolombia.