Muhammad Abdullah Azzam
28 April 2020•Update: 29 April 2020
Sibel Morrow
ANKARA
Menteri energi Aljazair dan Ketua Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi Mohamed Arkab memprediksikan harga minyak akan naik menjadi USD40 per barel setelah kesepakatan pengurangan produksi OPEC + diimplementasikan pada 1 Mei.
Dalam sebuah wawancara di saluran radio nasional negara itu, Arkab menuturkan pemulihan ekonomi akan berlangsung bertahap setelah pencabutan pembatasan akibat virus korona.
Dia mengatakan ekonomi global tidak akan terus-menerus lumpuh.
Arkab menekankan pemulihan di China dan normalisasi sektor transportasi di negara itu "mendorong permintaan global."
Penyebaran cepat Covid-19 telah menurunkan aktivitas ekonomi di banyak negara, menyebabkan permintaan minyak melemah, dan kenaikan pasokan yang melimpah, sementara itu ada peningkatan risiko kapasitas penyimpanan minyak yang mencapai batasnya.
Mengutip laporan oleh Badan Energi Internasional (IEA) yang memperkirakan harga minyak menjadi USD35-37 mulai bulan Mei.
Arkab memperkirakan bahwa "harga akan menjadi USD40 mulai dari kuartal ketiga" setelah pengurangan produksi OPEC+ yang direncanakan.
Menteri energi Aljazair itu juga mengatakan negaranya tidak menjual minyaknya dengan harga yang merugikan karena harganya tidak pernah turun di bawah USD20.